Syalom,
Sering kali kita tergoda menganggap segala milik dan pencapaian sebagai hasil usaha kita sendiri, atau menjadikannya untuk meninggikan diri sendiri.
Namun, bagaimana jika kita melihat semua itu sebagai “bingkai” sederhana yang menonjolkan mahakarya Allah? Musa mencontohkannya ketika ia mengajak bangsa Israel membawa persembahan untuk pembangunan Kemah Suci (Keluaran 35:5).
“Setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong jiwanya” memberikan apa yang mereka miliki: emas, batu permata, kain, kulit, kayu, rempah-rempah, dan minyak (ay. 21-28).
Yang terutama, baik dahulu maupun sekarang, adalah sikap hati sang pemberi. “Ambillah bagi Tuhan persembahan khusus dari barang kepunyaanmu” (ay. 5). Itulah cara terbaik untuk menggunakan apa yang kita miliki.
Amin.