Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Selasa 12 Mei 2026, Bacaan I Kisah Para Rasul 16:22-34, Bacaan Injil Yohanes 16:5-11

Fandy Gerungan • Senin, 11 Mei 2026 | 14:17 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Paskah Ke VI (Warna Liturgi Putih)

Bacaan I Kisah Para Rasul 16:22-34

Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.

Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.

Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.

Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"

Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.

Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"

Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."

Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 138:1-2a.2bc-3.7c-8

Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.

TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Bacaan Injil Yohanes 16:5-11

tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve Sahabat Muda Katolik!, Hidup sebagai orang muda tidak selalu seindah yang terlihat di luar. Ada tekanan untuk berhasil, keinginan untuk diakui, dan rasa takut saat masa depan terasa belum jelas. 

Kadang kita merasa sendirian, seolah tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang sedang kita perjuangkan. Renungan hari ini mengajak kita melihat bahwa dalam situasi paling gelap sekalipun, kita masih punya pilihan: tetap percaya atau menyerah. 

Ada kisah tentang orang-orang yang mengalami penderitaan berat, tetapi mereka tidak membiarkan keadaan menguasai hati mereka. Di tengah keterbatasan, mereka justru memilih untuk tetap terhubung dengan Tuhan.

Ini menjadi pengingat penting bagi kita. Bahwa iman bukan hanya tentang saat semuanya berjalan lancar, tetapi justru tentang bagaimana kita bertahan ketika hidup tidak sesuai harapan. 

Saat kamu tetap berdoa meskipun lelah, tetap berbuat baik meskipun kecewa, di situlah imanmu sedang bertumbuh. Hal menarik lainnya, sikap kita ternyata bisa memengaruhi orang lain. 

Tanpa kita sadari, ada orang yang memperhatikan cara kita menghadapi masalah. Ketika kita tetap kuat dan tidak kehilangan harapan, kita bisa menjadi alasan bagi orang lain untuk kembali percaya.

Di sisi lain, kita juga diingatkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Ada Roh Kudus yang selalu menyertai, membimbing dalam kebingungan, dan menguatkan saat kita hampir menyerah. 

Kehadiran-Nya mungkin tidak selalu terasa secara langsung, tetapi nyata dalam setiap dorongan untuk bangkit, berubah, dan melangkah maju. Untuk kamu yang sedang berjuang hari ini, ingatlah: tidak apa-apa merasa lelah, tapi jangan berhenti percaya. 

Masa depanmu tidak ditentukan oleh seberapa berat masalahmu sekarang, tetapi oleh seberapa kuat kamu tetap melangkah bersama Tuhan. Jadilah terang, bahkan ketika hidup terasa gelap. Karena mungkin saja, melalui hidupmu, orang lain menemukan harapan. (*)

Editor : Fandy Gerungan
#renungan katolik #Paskah #omk #Renungan