Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 1:6-11
Tema: BELAJAR CARA PANDANG TUHAN
“Tuhan utus, Tuhan perlengkapi.”
“Kamu tidak perlu mengetahui masa dan waktu itu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” (Kisah Para Rasul 1:7)
Sobat muda yang dikasihi Tuhan, Sebagai manusia, kita sering ingin mengetahui segala sesuatu tentang masa depan. Kita ingin semuanya jelas, pasti, dan sesuai dengan rencana kita.
Tidak jarang dalam doa kita bertanya kepada Tuhan:
“Tuhan, kapan aku lulus?”
“Tuhan, kapan aku mendapatkan pekerjaan?”
“Tuhan, kapan hidupku berubah?”
“Tuhan, kapan masalahku selesai?”
“Tuhan, kapan aku berhasil?”
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat manusiawi. Anak muda biasanya memiliki banyak mimpi, target, dan harapan. Kita ingin masa depan yang baik. Kita ingin hidup berhasil. Kita ingin semua berjalan cepat sesuai rencana kita. Namun sering kali Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda dari keinginan manusia.
Dalam Kisah Para Rasul 1:6-11, murid-murid Yesus juga memiliki pertanyaan tentang masa depan. Mereka bertanya kepada Yesus tentang kapan Kerajaan Israel akan dipulihkan. Mereka berharap Yesus segera membangun kekuasaan besar dan membawa perubahan secara cepat.
Murid-murid berpikir tentang kekuasaan, kemenangan, dan waktu. Mereka ingin sesuatu yang besar segera terjadi.
Tetapi jawaban Yesus sangat menarik. Yesus tidak menjawab sesuai harapan mereka. Yesus berkata: “Kamu tidak perlu mengetahui masa dan waktu itu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.”
Artinya, Yesus mengajarkan bahwa ada hal-hal yang menjadi bagian dari rencana Tuhan dan tidak perlu manusia ketahui semuanya. Tuhan tidak meminta murid-murid fokus pada waktu, tetapi fokus pada panggilan.
Sering kali kita terlalu sibuk memikirkan “kapan,” sampai lupa bertanya “untuk apa Tuhan memanggilku?” Kita sibuk mengejar waktu keberhasilan, tetapi lupa mempersiapkan hati. Kita ingin hasil cepat, tetapi tidak mau menjalani proses. Kita ingin hidup nyaman, tetapi lupa belajar setia.
Padahal cara pandang Tuhan berbeda dengan cara pandang manusia.
Manusia sering melihat hasil akhir. Tuhan melihat proses.
Manusia melihat keberhasilan besar. Tuhan melihat kesetiaan kecil.
Manusia melihat kecepatan. Tuhan melihat kesiapan hati.
Sobat muda, Salah satu hal penting yang harus dipelajari dalam kehidupan iman adalah belajar melihat hidup dengan cara pandang Tuhan. Kadang kita kecewa karena doa belum dijawab. Kita marah karena rencana hidup tidak berjalan sesuai keinginan. Kita membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih berhasil.
Ada teman yang cepat lulus. Ada yang cepat mendapat pekerjaan. Ada yang hidupnya tampak lancar. Lalu kita mulai bertanya, “Tuhan, kenapa hidupku belum berubah?” Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang kapan sesuatu terjadi, tetapi tentang bagaimana kita hidup selama proses itu berlangsung.
Tuhan lebih peduli pada pertumbuhan iman kita daripada sekadar kenyamanan hidup kita. Murid-murid Yesus sebenarnya ingin menunggu perubahan besar secara instan. Tetapi Yesus justru memberi mereka tugas. Yesus berkata bahwa mereka akan menerima kuasa Roh Kudus dan menjadi saksi sampai ke ujung bumi.
Artinya, iman Kristen bukan iman yang pasif. Iman Kristen bukan hanya duduk menunggu mujizat terjadi. Iman Kristen adalah iman yang bergerak, bertumbuh, dan berdampak.
Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya tanpa arah. Ketika Yesus naik ke surga, Ia justru mengutus mereka melanjutkan pekerjaan Tuhan di dunia. Dan yang luar biasa, Tuhan tidak hanya mengutus, tetapi juga memperlengkapi.
“Tuhan utus, Tuhan perlengkapi.” Kalimat ini penting untuk diingat oleh setiap anak muda. Kadang kita merasa tidak mampu melakukan sesuatu. Kita merasa terlalu lemah, terlalu muda, terlalu biasa, atau kurang berbakat. Kita takut menghadapi masa depan karena merasa tidak siap.
Tetapi Tuhan tidak pernah memanggil orang yang sempurna. Tuhan memanggil orang yang mau dipakai-Nya. Dan ketika Tuhan memanggil, Tuhan juga memberikan kekuatan.
Murid-murid Yesus bukan orang-orang hebat menurut ukuran dunia. Mereka hanyalah nelayan biasa, pemungut cukai, dan orang-orang sederhana. Tetapi ketika Roh Kudus bekerja dalam hidup mereka, mereka menjadi alat Tuhan yang luar biasa.
Sobat muda, Hari ini Tuhan juga memanggil kita menjadi saksi-Nya di zaman sekarang. Menjadi saksi Tuhan bukan berarti semua harus menjadi pendeta atau pengkhotbah. Menjadi saksi Tuhan berarti menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di media sosial, dalam keluarga, dan di lingkungan pergaulan, kita dipanggil menunjukkan hidup yang mencerminkan kasih Kristus.
Namun untuk bisa melakukan itu, kita harus belajar meninggalkan cara pandang egois dan mulai melihat hidup dengan cara pandang Tuhan.
Dunia mengajarkan kita untuk hidup hanya demi diri sendiri. Dunia berkata bahwa sukses adalah soal uang, jabatan, popularitas, dan kenyamanan. Akibatnya banyak anak muda hidup hanya mengejar kepentingan pribadi.
Tetapi Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda. Tuhan ingin kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi sesama dan ciptaan-Nya. Salah satu bentuk nyata dari cara pandang Tuhan adalah bagaimana kita memperlakukan alam ciptaan Tuhan.
Hari ini banyak orang mengeksploitasi alam demi keuntungan pribadi. Hutan ditebang sembarangan. Sungai dicemari. Sampah plastik dibuang tanpa tanggung jawab. Alam dirusak demi kenyamanan sesaat.
Mengapa ini terjadi? Karena manusia melihat alam hanya sebagai alat untuk memenuhi keinginan pribadi. Padahal dalam cara pandang Tuhan, alam adalah ciptaan yang harus dijaga.
Tuhan mempercayakan bumi ini kepada manusia untuk dipelihara, bukan dirusak. Karena itu, sebagai anak muda Kristen, kita dipanggil menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan.Mungkin kita berpikir, “Apa pengaruh tindakan kecilku?” Tetapi perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.
Mengurangi penggunaan plastik.
Menghemat air dan listrik.
Tidak membuang sampah sembarangan.
Menanam pohon.
Mengajak teman-teman menjaga kebersihan lingkungan.
Semua itu adalah bentuk nyata iman yang bertanggung jawab.
Sobat muda, Kadang kita berpikir bahwa hidup berarti mengejar apa yang kita inginkan. Tetapi firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa hidup juga berarti menjalankan apa yang Tuhan inginkan. Itulah sebabnya kita perlu belajar cara pandang Tuhan.
Cara pandang Tuhan membuat kita tidak hanya memikirkan diri sendiri. Cara pandang Tuhan membuat kita peduli terhadap sesama. Cara pandang Tuhan membuat kita sadar bahwa hidup kita punya tujuan yang lebih besar daripada sekadar mencari kenyamanan pribadi.
Murid-murid Yesus awalnya hanya berpikir tentang kekuasaan Israel. Tetapi Tuhan memperluas cara pandang mereka. Tuhan mengutus mereka sampai ke ujung bumi.
Kadang Tuhan juga memperluas cara pandang kita melalui proses kehidupan.
Ada doa yang belum dijawab supaya kita belajar sabar.
Ada proses yang panjang supaya kita belajar setia.
Ada tantangan supaya kita belajar bergantung kepada Tuhan.
Karena itu, jangan hanya fokus bertanya “kapan Tuhan?” tetapi mulailah bertanya “apa yang Tuhan ingin aku pelajari?” Ketika kita mulai melihat hidup dengan cara pandang Tuhan, kita akan belajar percaya bahwa Tuhan selalu bekerja, bahkan ketika kita belum mengerti semuanya.
Sobat muda yang dikasihi Tuhan, Yesus naik ke surga bukan berarti meninggalkan murid-murid-Nya sendirian. Tuhan memberikan Roh Kudus sebagai penolong dan sumber kekuatan.
Begitu juga dengan kita hari ini. Kita tidak menjalani hidup sendirian. Roh Kudus menolong kita menghadapi tantangan, menguatkan ketika lemah, dan memimpin kita menjalani panggilan Tuhan.
Kadang menjadi anak muda Kristen tidak mudah. Ada tekanan pergaulan. Ada godaan untuk ikut arus dunia. Ada ketakutan tentang masa depan. Ada pergumulan dalam keluarga, pendidikan, pekerjaan, bahkan kehidupan pribadi.
Tetapi ingatlah: Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan menyertai setiap proses kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa berat, Tuhan tetap bekerja.
Karena itu, jangan takut menghadapi masa depan. Jangan terlalu khawatir tentang waktu Tuhan. Fokuslah hidup setia hari ini. Lakukan bagian kita dengan baik. Bertumbuh dalam iman. Jaga hubungan dengan Tuhan. Dan percayalah bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah pada waktu-Nya.
Belajarlah melihat hidup bukan hanya dengan mata manusia, tetapi dengan cara pandang Tuhan. Ketika Tuhan mengutus kita, Tuhan juga memperlengkapi kita. Ketika Tuhan memberi panggilan, Tuhan juga memberi kekuatan.
Maka jadilah pemuda yang hidup aktif dalam iman. Pemuda yang tidak pasif menunggu perubahan, tetapi menjadi alat perubahan. Pemuda yang menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemuda yang menjaga alam, peduli sesama, dan hidup menurut kehendak Tuhan. Kiranya melalui firman hari ini, kita semakin belajar mempercayai rencana Tuhan dan hidup menurut cara pandang-Nya. Amin.
Doa : Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Ajarlah kami melihat hidup dengan cara pandang-Mu, bukan hanya mengikuti keinginan diri sendiri. Kuatkan kami melalui Roh Kudus agar setia menjadi saksi-Mu, peduli terhadap sesama dan alam ciptaan-Mu, serta hidup sesuai kehendak-Mu setiap hari. Amin.