Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Obor GMIM Selasa 19 Mei 2026, Ibrani 1:6-7 Otoritas Sang Anak

Aprilia Sahari • Senin, 18 Mei 2026 | 10:06 WIB
Obor Pemuda GMIM
Obor Pemuda GMIM

Obor GMIM Selasa 19 Mei 2026

Ibrani 1:6-7

(6) Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." 
(7) Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." 

Sobat Obor, bayangkan jika kamu memiliki kesempatan untuk bertemu dengan seorang pejabat tinggi negara atau tokoh dunia yang sangat berpengaruh.

Pasti ada rasa segan dan kagum yang luar biasa saat berada di dekatnya. 

Di zaman jemaat mula-mula, malaikat sering kali dipandang sebagai sosok surgawi yang begitu memukau sehingga banyak orang terjebak pada kekaguman yang berlebihan kepada mereka. 

Namun, bacaan kita hari ini memberikan perspektif yang sangat kontras dan tegas. 

Ketika Allah memperkenalkan Anak-Nya ke dunia, Dia justru memerintahkan seluruh malaikat untuk menyembah Yesus. 

Ini adalah pernyataan otoritas yang mutlak: Yesus bukanlah sekadar utusan, melainkan Sang Anak yang kepadanya seluruh ciptaan termasuk malaikat yang paling perkasa sekalipun wajib sujud menyembah. 

Kebenaran ini mempertegas bahwa otoritas Yesus melampaui segala sesuatu. 

Malaikat digambarkan seperti angin dan nyala api (ay. 7), yang artinya mereka adalah sarana atau alat yang menjalankan tugas dari Tuhan.

Mereka adalah pelayan-pelayan surgawi, tetapi Yesus adalah pusat dan tujuan dari penyembahan itu sendiri.

Jika seluruh isi surga saja mengakui otoritas mutlak Sang Anak, maka sudah seharusnya seluruh aspek kehidupan kita pun berpusat sepenuhnya kepada-Nya. 

Tidak ada satu pun kuasa di jagat raya ini yang boleh mengambil alih posisi utama Yesus dalam hati kita. 

Sebagai Pemuda GMIM, hal ini sangat menguatkan kita dalam menjalani keseharian. 

Sering kali kita merasa takut pada hal-hal yang bersifat mistis, ramalan nasib, atau kekuatan-kekuatan dunia yang tampaknya mengancam masa depan kita.

Namun, ingatlah bahwa Kristus adalah Raja di atas segala raja.

Fokus kita seharusnya bukan pada kehebatan perantara atau fenomena yang spektakuler, melainkan pada pribadi Yesus sendiri. 

Jika seluruh bala tentara surga berada di bawah perintah-Nya, maka letakkanlah ketaatan dan rasa hormat tertinggimu hanya kepada Kristus, Sang Penguasa alam semesta yang kekal. Amin

Baca Juga: Obor GMIM 17-23 Mei 2026, Ibrani 1:5-14 Tahta-Mu Ya Allah Tetap Untuk Seterusnya Dan Selamanya Dan Tongkat-Mu Adalah Tongkat Kebenaran

Baca Juga: MTPJ GMIM 17-23 Mei 2026, Ibrani 1:5-14 Tahta-Mu Ya Allah Tetap Untuk Seterusnya dan Selamanya Dan Tongkat-Mu Adalah Tongkat Kebenaran

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 19 Mei 2026, Ibrani 1:7 Melayani Dengan Semangat Yang Menyala-Nyala

Editor : Aprilia Sahari
#Pemuda GMIM #Obor GMIM #GMIM #Renungan GMIM