Obor GMIM Kamis 21 Mei 2026
Ibrani 1:10-12
(10) Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.
(11) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian;
(12) seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan."
Sobat Obor, jika kita memandang langit di malam hari atau melihat kemegahan gunung dan samudra, kita sering merasa betapa kecilnya manusia di hadapan alam semesta yang tampak begitu kokoh dan abadi.
Namun, bacaan kita hari ini memberikan sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan.
Penulis Ibrani menegaskan bahwa langit dan bumi, yang kita anggap sebagai simbol ketetapan, sebenarnya hanyalah seperti pakaian bagi Sang Pencipta.
Suatu saat, segala kemegahan alam ini akan menjadi usang, rusak, dan akan digulung seperti jubah yang tidak lagi
digunakan.
Di sinilah letak inti pengajarannya: di balik dunia yang terus berubah dan suatu saat akan lenyap ini, ada satu pribadi yang tidak pernah berubah.
Ayat 12 mengatakan dengan tegas mengenai Sang Anak, "Tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan."
Bagian ini menjelaskan posisi Yesus bukan sebagai bagian dari ciptaan yang bisa rusak, melainkan sebagai Tuhan yang meletakkan dasar bumi dan yang tangan-Nya telah membuat langit.
Kristus adalah titik tetap di tengah dunia yang serba tidak pasti.
Aplikasi praktis bagi kita para teruna teruni adalah tentang di mana kita meletakkan rasa aman kita?
Seringkali kita merasa hancur ketika hal-hal yang kita andalkan seperti kesehatan, materi, atau hubungan manusia, berubah atau hilang.
Namun, firman ini mengingatkan bahwa satu-satunya yang benar-benar kekal adalah Kristus.
Ketika dunia di sekitar kita terasa seperti "pakaian yang usang" karena krisis atau kegagalan, kita tidak perlu ikut goyah.
Sebab, kita berpijak pada Dia yang tetap sama, yang kuasa dan kasih-Nya tidak dipengaruhi oleh perubahan zaman atau hukum kerusakan alam semesta.
Keabadian-Nya adalah jaminan bahwa pengharapan kita di dalam Dia tidak akan pernah sia-sia. Amin
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 21 Mei 2026, Ibrani 1:10-12 Pencipta Yang Kekal
Editor : Aprilia Sahari