Syalom,
Kita sering tergoda untuk meyakini bahwa kita sedang mengendalikan sendiri hidup kita dan bahwa rencana-rencana kita di masa depan pasti berhasil. Namun, Yakobus berkata, “Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (4:14).
Hidup itu begitu singkat, lekas berlalu, dan lebih rapuh daripada yang kita sadari. Dan kita diingatkan bahwa Dialah sumber “setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna” (1:17).
Jadi, saat datang kepada Allah, kita tidak meminta Dia hanya untuk memberkati rencana kita untuk saat ini dan masa depan, melainkan juga agar kita dimampukan terlibat dalam pekerjaan-Nya. Itulah artinya berdoa, “Jika Tuhan menghendakinya” (4:15).
Amin.