Syalom,
Ketika mendengar kabar kedatangan musuh yang kuat ke Yerusalem, Raja Yosafat merespons pertama-tama dengan berdoa. Ia mengandalkan kedaulatan Allah, dengan berkata, “Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu” (2 Taw. 20:12).
Jawaban Allah melalui Yahaziel sungguh membesarkan hati: “Janganlah kamu takut dan terkejut . . . sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah” (ay. 15).
Setiap kali menghadapi situasi sulit, marilah kita berdoa dan memohon pertolongan Allah. Mungkin kita tidak selalu meraih kemenangan, tetapi apa pun yang terjadi, kita tidak perlu takut, karena Allah yang berperang bagi kita.
Amin.