Syalom,
Yesus tidak memegang erat-erat keilahian-Nya dan menolak menolong umat manusia. Meski “dalam rupa Allah, [Dia] tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Flp. 2:6).
Datang sebagai manusia, Kristus rela menjadi korban penghapus dosa kita dengan mempersembahkan diri-Nya.
Dalam hubungan dengan orang lain, kita pun dipanggil untuk meneladan sikap Yesus dan kerelaan-Nya untuk berkorban. Dengan pertolongan-Nya, marilah kita rela melayani sesama, apa pun caranya, bahkan sekalipun itu dianggap rendah di mata manusia.
Amin.