MANADOPOST.ID--Kondisi ruas jalan Tomohon-Tanawangko lebih khusus yang membentang dari Kelurahan Kamasi, Kolongan hingga Woloan Raya sangat memprihatinkan kondisinya.
Bahkan guna menghindari berukuran ''jumbo' lebih khusus di jembatan Kamasi, pengendara kendaraan bermotor harus berjalan bergantian.
Jika tidak, pasti sudah terpelosok ke lubang jalan berukuran besar. Pengendara sepeda motor banyak yang nyaris mengalami kecelakaan di lokasi. Lebih-lebih jika hujan datang membuat lubang tertutup air.
Tak hanya publik yang mendesak, Ketua DPRD Kota Tomohon Ferdinand Mono Turang SSos pun meminta kepada SKPD terkait agar segera mengambil tindakan. Memperbaiki fasilitas publik yang dinilai punya peran penting, menghubungkan Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.
"Terkait kondisi jalan berlubang tersebut harus mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Mungkin harus direvitalisasi total dengan kajian teknis mendalam khusus untuk titik tersebut. Sifatnya saya kira harus sesegera mungkin ditindaklanjuti," ungkap Mono Turang, ketika diwawancarai Manado Post, Kamis (15/1/2026)
"Jangan seperti kebijakan yang selama ini diterapkan yaitu hanya penambalan bagian tertentu saja. Ingat Salus populi suprema lex esto " atau " keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi," tambah Politisi PDIP jebolan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta ini.
Prinsip tersebut ditekankan figur murah senyum ini, sejalan dengan amanat kesejahteraan dan keamanan publik harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan dan tindakan pemerintah.
"Karena apa yang dikerjakan, perbaikan sarana jalan raya ini dianggap sudah darurat. Sudah mengancam keselamatan orang yaitu para pengguna jalan. Saya minta ini bisa segera ditindaklanjuti oleh SKPD pengampu, " pungkas Mono Turang. (yol)
Editor : Julius Laatung