Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Piknik Sambil Baca Buku, Manado Book Party Ubah Cara Anak Muda Menikmati Literasi

Kenjiro Tanos • Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:24 WIB
Manado Book PartyManado Book Party
 
MANADOPOST.ID — Di tengah kebiasaan anak muda yang lekat dengan media sosial dan layar ponsel, komunitas Manado Book Party justru menghadirkan cara berbeda menikmati akhir pekan.
 
Mereka memilih duduk santai di tepi pantai sambil membaca buku, berbagi cerita, hingga menikmati suasana senja bersama.
 
Komunitas literasi ini mulai mencuri perhatian generasi muda di Kota Manado karena menghadirkan konsep membaca yang santai dan jauh dari kesan formal. Lewat perpaduan piknik dan budaya baca, Manado Book Party perlahan menjadi ruang baru bagi anak muda untuk berkumpul tanpa tekanan.
 
Community Coordinator Regional Manado Book Party, Sinta Kusumaningayu, mengatakan komunitas tersebut pertama kali berjalan pada 18 Februari 2024. Konsep membaca sambil piknik dipilih untuk menghapus stigma bahwa membaca identik dengan suasana serius dan membosankan.
 
“Dengan konsep piknik, kami ingin menunjukkan kalau membaca bisa menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan,” ujar Sinta.
 
Dalam setiap kegiatan, peserta datang membawa buku favorit masing-masing. Acara biasanya diawali dengan sesi perkenalan, dilanjutkan silent reading, sharing buku, permainan ringan hingga obrolan santai.
 
Sekretaris komunitas, Orchid Waskito, mengatakan suasana yang dibangun sejak awal memang dibuat cair agar peserta baru merasa nyaman bergabung.
 
“Kadang justru dari ngobrol santai setelah membaca, banyak relasi baru terbentuk,” katanya.
 
Kegiatan Manado Book Party umumnya digelar di kawasan Pohon Kasih Megamas. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi ruang publik yang dekat dengan anak muda sekaligus menawarkan suasana pantai dan sunset yang mendukung konsep literasi santai.
 
Saat ini, grup WhatsApp komunitas tersebut telah diikuti lebih dari 150 anggota. Sementara peserta aktif di setiap pertemuan berkisar 25 hingga 30 orang yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan pekerja muda.
 
Genre buku yang hadir pun beragam, mulai dari fiction, romance, psychological books hingga self improvement. Keberagaman bacaan itu menjadi daya tarik tersendiri karena anggota dapat saling bertukar rekomendasi buku.
 
Di tengah maraknya konten video pendek, Manado Book Party juga aktif memanfaatkan media sosial untuk menarik minat generasi muda terhadap budaya membaca. Konten mereka banyak menampilkan suasana membaca di tepi pantai dengan latar matahari terbenam.
 
“Tidak semua orang datang karena suka membaca sejak awal. Ada juga yang tertarik karena suasananya,” ujar Sinta.
 
Lebih dari sekadar komunitas baca, Manado Book Party kini berkembang menjadi ruang berbagi cerita tanpa penghakiman. Beberapa anggota bahkan mengaku kembali menemukan semangat membaca setelah lama kehilangan minat terhadap buku.
 
Ke depan, komunitas ini berencana memperluas kolaborasi dengan penulis lokal, penerbit hingga komunitas kreatif lain untuk menghadirkan festival literasi bernuansa piknik dalam skala lebih besar.
 
Manado Book Party ingin menunjukkan bahwa literasi bisa tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, bukan sekadar kewajiban akademis. (tkg)
 
Editor : Kenjiro Tanos
#Manado Book Party #komunitas baca Manado #literasi anak muda #piknik baca buku