MANADOPOST.ID - SMK Negeri 2 Manado menyatakan kesiapan untuk kembali berpartisipasi dalam Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun ajaran 2026/2027.
Meski hingga kini belum menerima informasi resmi terkait jumlah peserta yang akan diterima, sekolah menilai program tersebut memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala SMKN 2 Manado Tineke Lesar mengatakan proses penerimaan peserta ADEM masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah karena tahapan penerimaan siswa baru saat ini masih berlangsung.
“Kuota ADEM secara resmi kami belum terima karena penerimaan siswa baru sementara berproses,” kata Tineke.
Menurutnya, Program ADEM bukan sekadar program penerimaan siswa dari luar daerah, melainkan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kesempatan pendidikan yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Melalui program tersebut, siswa yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses pendidikan dapat menikmati fasilitas belajar yang lebih lengkap dan peluang pengembangan diri yang lebih luas.
Tineke mengaku bersyukur apabila SMKN 2 Manado kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi sekolah penerima peserta ADEM. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa program tersebut mampu memberikan dampak positif, baik bagi peserta maupun lingkungan sekolah.
Ia menilai keberadaan siswa dari berbagai daerah turut menciptakan keberagaman dan memperkaya pengalaman belajar di lingkungan sekolah.
Selain memperoleh keterampilan sesuai bidang keahlian yang dipilih, para peserta juga memiliki kesempatan untuk membangun jaringan pertemanan yang lebih luas dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Bagi SMKN 2 Manado, ADEM menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan geografis.
Karena itu, sekolah berharap pelaksanaan program tahun ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta yang terpilih.
Dengan masih berlangsungnya proses penerimaan siswa baru, pihak sekolah kini menunggu keputusan resmi terkait jumlah kuota yang akan dialokasikan.
Namun, komitmen untuk mendukung program afirmasi pendidikan tersebut tetap menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos