MANADOPOST.ID— Poltekkes Kemenkes Gorontalo menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Skema Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) di Desa Ayuhulalo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Program bertajuk "Pengembangan Desa Ayuhulalo menjadi Desa Bebas Diabetes Melitus melalui Pemanfaatan Teh Rambut Jagung melalui Metode CTC (Crush, Tear, Curl)" ini berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026, dengan Ibu-Ibu PKK, kader setempat sebagai mitra utama dan masyarakat di Desa Ayuhulalo.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo pada 2 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Ayuhulalo, dihadiri Camat Tilamuta, Kepala Puskesmas Tilamuta, Kepala Desa Ayuhulalo, Bidan Koordinator, Bidan Desa, serta peserta yang terdiri dari Ibu PKK dan kader.
Ketua pelaksana kegiatan Nancy Olii, S.SiT.,MPH megungkapkan bahwa Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemberian materi edukasi seputar diabetes melitus, faktor risiko, dan pola hidup sehat, pemeriksaan kehamilan dan gula darah pada ibu hamil berisiko diabetes gestasional, edukasi tentang perawatan kulit, edukasi dan konseling tentang pola makan pada pasien diabetes, demonstrasi pengolahan bahan makanan untuk pasien diabetes, edukasi dan praktik pijat kaki diabetes, senam diabetes melalui Posyandu Keluarga, serta pemeriksaan gula darah keluarga; hingga edukasi dan deteksi dini pada remaja melalui Posyandu Remaja.
"Program kegiatan PPDS ini merupakan Pengabmas Unggulan Nasional dengan melibatkan berbagai jurusan di Poltekkes Gorontalo seperti Jurusan Kebidanan, Keperawatan, Gizi dan Farmasi serta kolaborasi lintas institusi, termasuk Poltekkes Manado," kata Nancy.
Selain dosen, mahasiswa juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik lapangan.
Salah satu inovasi unggulan program ini adalah pengembangan teh rambut jagung dengan metode CTC, yang memanfaatkan potensi bahan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan sehat.
"Peserta telah dilatih cara mengolah rambut jagung menjadi teh herbal yang bermanfaat untuk kesehatan khususnya menurunkan kadar gula darah dan mengembangkan menjadi sebuah UMKM untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat Ayuhulalo," terang Nancy.
Diabetes merupakan sepuluh kategori penyakit yang paling umum dalam satu desa, Meskipun tidak langsung memiliki efek tetapi meningkatkan risiko dan komplikasi.
Salah satu masalah yang dihadapi Desa Ayuhulalo meningkatnya jumlah masyarakat yang mengalami kenaikan gula darah.
Hal ini karena kurangnya pemahaman penyebab, pencegahan, dan pengendalian diabetes, terutama kader juga belum memiliki pengalaman dalam memanfaatkan rambut jagung yang hanya sebagai limbah dari komoditas utama yang dihasilkan oleh Desa Ayuhulalo berupa jagung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sutriani Lumula MKes dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sangat relevan karena berbasis pada kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," ujar Sutriani.
Adapun program masih akan berlanjut hingga Oktober 2026 dengan agenda evaluasi pengembangan UMKM Desa Ayuhulalo berupa the rambut jagung. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan PKK, Desa Ayuhulalo diharapkan menjadi desa yang sadar diabetes, aktif melakukan deteksi dini, dan menerapkan pola hidup sehat berbasis potensi lokal. (*)