MANADOPOST.ID-- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado membawa gerakan kepedulian lingkungan ke tengah kehidupan jemaat. Setelah seminar ilmiah tentang ekoteologi dan teknologi tepat guna biochar, IAKN Manado bersama akademisi, pemerintah dan pimpinan gereja mendeklarasikan Eco Church di KGPM Imanuel Tompaso II, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Rabu (16/9).
Rektor IAKN Manado Dr Olivia Wuwung melalui Direktur Pascasarjana IAKN Manado Dr Wolter Weol menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Namun, program tidak berhenti setelah seminar selesai.
IAKN Manado menyiapkan tindak lanjut dengan menjadikan KGPM Imanuel Tompaso II sebagai jemaat binaan. Jemaat tersebut bahkan diproyeksikan menjadi role model untuk pengembangan program serupa.
“Ada tindak lanjut dari IAKN untuk melanjutkan program ini. Jadikan jemaat ini menjadi jemaat binaan dan ke depan diproyeksikan menjadi role model,” ujar Weol.
Langkah tersebut kemudian diperkuat melalui deklarasi Eco Church yang melibatkan warga gereja, pemimpin gereja, akademisi dan pemerintah.
Deklarasi berangkat dari kesadaran bahwa seluruh ciptaan adalah milik Tuhan. Karena itu, manusia dipanggil memelihara bumi sebagai rumah bersama.
Para pihak menyatakan komitmen untuk menghidupi iman melalui gaya hidup peduli lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijaksana, serta aktif menjaga dan memulihkan ciptaan.
“Dengan iman dan komitmen bersama, kami menyatakan diri sebagai Eco Church: gereja yang mengasihi Allah, merawat ciptaan, dan memelihara kehidupan,” demikian bagian penutup deklarasi.
Kaprodi S2 PAK IAKN Manado yang juga sebagai ketua panitia kegiatan Dr Rolina Kaunang mengatakan, pemanfaatan biochar hanyalah salah satu bagian dari tujuan besar kegiatan tersebut.
Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kesadaran jemaat bahwa merawat ciptaan merupakan bagian dari ibadah.
“Yang terpenting mengajar jemaat bahwa merawat ciptaan Tuhan adalah ibadah,” tegas Kaunang.
Ia berharap gerakan tersebut dapat dimulai dari KGPM Imanuel Tompaso II dan berkembang ke jemaat-jemaat lainnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, IAKN Manado juga telah memproyeksikan pendampingan lanjutan pada Februari mendatang.
Ketua tim task force Times higher education impact ratings IAKN Manado Ian O. Kalampung Ph.D menambahkan kegiatan ini merupakan upaya IAKN Manado supaya turut memenuhi sustainable development Goals. "Misalnya goal 13 tentang edukasi aksi iklim," terangnya.
Lanjutnya ini juga berbarengan dengan upaya IAKN Manado yang ikut mendaftar dalam pemeringkatan Times higher education impact ratings sedunia. "Ini menjadi upaya membangun reputasi internasional IAKN Manado sekaligus menambah dampak nyata kepada masyarakat sejalan dengan visi masyarakat sedunia," tandasnya.
Turut hadir dua akademisi dari Korea Selatan, yakni Prof. Kim Man Gap dan Dr. Peter Auh. Rektor IAKN Manado Dr. Olivia Ch. Wuwung, Direktur Pascasarjana Dr. Wolter Weol, direktur kaprodi S2 PAK Dr Rolina Kaunang, kaprodi S3 PAK Pdt Dr Subaedah Luma, Kaprodi S2 MPK Dr John Lahunsiang, Sekertaris SDGs Tim Task Force Yessy Wongkar, wakil Dekan Teologi, wakil dekan fakultas ilmu sosial keagamaan, Dr Novita Sianturi, Wakil Dekan I Fakultas Teologi Agnes Raintung, staf Pascasarjana Yessi Humiang, Pemerintah Desa dan Gembala gereja. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot