Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesehatan Mental Jadi Perhatian, Edukasi Digelar di Ruang Publik dan Kampus

G
Penulis: Gregorius Mokalu❯
Langkah Sederhana Sebarkan Harapan, KCBD Ajak Peduli Kesehatan Mental
Langkah Sederhana Sebarkan Harapan, KCBD Ajak Peduli Kesehatan Mental

Advertisement

MANADOPOST.ID– Kepedulian terhadap kesehatan mental terus digaungkan Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD) di Kota Manado. Memperingati World Suicide Prevention Day atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang diperingati setiap 10 September, KCBD menggelar sejumlah kegiatan sosial dan edukatif dengan melibatkan masyarakat hingga kalangan mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali Sabtu (12/09/2026) di Kawasan Megamas Manado melalui Fun Walk Run dan kampanye sosial. Kegiatan tersebut dikemas secara positif dan humanis, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan menghadapi stres secara sehat serta memperkuat support system di lingkungan sekitar.

Suasana semakin menarik ketika para relawan KCBD membagikan bunga berwarna kuning dan kartu berisi kutipan positif kepada masyarakat yang ditemui sepanjang kawasan Megamas.

Advertisement

Bunga kuning tersebut menjadi simbol kepedulian dalam kampanye pencegahan bunuh diri. Sementara pesan-pesan positif yang dibagikan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang membutuhkan dukungan dan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya.

“Langkah kecil, perhatian sederhana, dan kehadiran kita bisa memberikan arti bagi orang lain,” menjadi semangat yang dibawa KCBD dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya menyasar ruang publik, KCBD juga membawa pesan kepedulian terhadap kesehatan mental ke lingkungan kampus melalui program Goes to Campus.

Advertisement

Bekerja sama dengan Badan Tadzkir Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), KCBD menggelar Psikoedukasi Kesehatan Mental bagi mahasiswa.

Pendiri KCBD, Hanna Monareh, M.Psi., Psikolog Klinis., CHt, CI, hadir sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai kesehatan mental, pengelolaan stres serta pentingnya membangun dukungan sosial ketika menghadapi persoalan kehidupan.

Bagi KCBD, edukasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap persoalan kesehatan mental dan isu bunuh diri.

Selain kegiatan jalan santai, kampanye sosial dan Goes to Campus, KCBD juga menyiapkan agenda konseling gratis yang akan melibatkan tim psikolog klinis dan konselor KCBD. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya mendekatkan akses dukungan psikologis kepada masyarakat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menjerit Bisa Redakan Stres? Ini Penjelasan dari Sisi Psikiatri

Menjerit Bisa Redakan Stres? Ini Penjelasan dari Sisi Psikiatri

Menjerit dapat menjadi bentuk pelepasan emosi saat stres, tetapi memahami penyebab tekanan dan mengelolanya dengan cara tepat.

Hobi Nonton Film Horor Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Hobi Nonton Film Horor Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya

Hobi menonton film horor dapat memicu rasa takut, kecemasan, dan gangguan tidur pada sebagian orang, terutama yang sensitif emosional

6 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

6 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Simak delapan kebiasaan orang ber-IQ tinggi yang sering disalahpahami masyarakat mulai dari sering melamun hingga lebih menyukai kesendirian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer