Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catat! Anggaran MBG Ternyata Bukan Rp335 Triliun!

G
Penulis: Grand Regar❯

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
MANADOPOST.ID-Badan Gizi Nasional (BGN) membantah alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang didapatkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 sebesar Rp335 triliun. BGN disebut hanya mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp268 triliun.


Advertisement

“Anggaran berbasis undang-undang APBN, BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun. Jadi, kalau ada yang menyampaikan bahwa kami memiliki anggaran Rp335 triliun, itu tidak benar,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangan resmi dikutip Selasa (31/3/2026).

Dadan menjelaskan, anggaran sebesar Rp335 triliun yang selama ini diketahui publik berasal dari dana standby Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) yang dikeluarkan dari kebijakan presiden untuk dana cadangan sebesar Rp67 triliun.

Secara terperinci, dia menyebut sebanyak 93% dari total alokasi APBN sebesar Rp268 triliun yang dikelola BGN, dialokasikan untuk bantuan pemerintah dalam program MBG.Sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Advertisement

Dari anggaran Rp249 triliun, sebanyak 70% digunakan untuk membeli bahan baku. Menurutnya, anggaran itu berdampak dan menguntungkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan lainnya.

Di sisi lain, sebanyak 20% digunakan untuk operasional seperti listrik, sewa kendaraan, termasuk gaji relawan.

Sampai saat ini, kata dia, sudah mencapai lebih dari 1,2 juta relawan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dan mendapatkan penghasilan antara Rp2,4 juta - Rp3,2 juta per bulan.

Advertisement

“Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Dadan.

Tak hanya itu, BGN juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan relawan yang menjadi bagian penting dalam rantai distribusi MBG, dengan dukungan insentif yang disesuaikan dengan beban kerja di lapangan.

Dengan komposisi anggaran yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan langsung, BGN menegaskan program MBG dirancang tidak hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dan tenaga kerja.

“BGN akan terus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara akuntabel, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia,” jelas Dadan.(bloomberg)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat jangkauan program pemenuhan gizi, termasuk hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kejagung Didesak Telusuri SPPG di Sulut Pasca Penahanan Eks Kepala dan Dua Orang Jenderal Wakil BGN terkait Dugaan Korupsi

Kejagung Didesak Telusuri SPPG di Sulut Pasca Penahanan Eks Kepala dan Dua Orang Jenderal Wakil BGN terkait Dugaan Korupsi

mendesak, Kejagung untuk ikut mengawal proyek SPPG di Sulut. Jangan-jangan ada SPPG yang terlibat dalam pusatan korupsi terpusat tersebut. “Bolehlah Kejaksaan Agung cek juga SPPG di Sulut. Jangan-jangan ikut terlibat d

Ditahan Kejagung, Ini Profil Putra Sulut Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung

Ditahan Kejagung, Ini Profil Putra Sulut Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung

Putra Sulawesi Utara (Sulut) Lodewyk Pusung yang sebelumnya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer