Karangetang Erupsi, Tim Rescue Disiagakan, Abu Vulkanik Hingga 700 Meter

MANADOPOST.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, memicu kesiapsiagaan jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara (Sulut).
Menyusul erupsi yang menyemburkan kolom abu hingga sekitar 700 meter di atas puncak, tim penyelamat disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat.
Gunung api yang berstatus Level II (Waspada) itu dilaporkan mengalami erupsi pada pukul 12.41 WITA, Rabu (28/10) kemarin. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat.
Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang mengatakan, informasi tersebut berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang. Selain semburan abu vulkanik, erupsi juga disertai guguran lava pijar yang meluncur ke sejumlah sektor.
“Erupsi kali ini juga disertai dengan guguran lava pijar yang meluncur ke sejumlah sektor, utamanya di bagian selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Hingga laporan ini diturunkan, aktivitas erupsi dilaporkan masih terus berlangsung,” jelas George.
Merespons perkembangan tersebut, Basarnas Sulut segera mengintensifkan koordinasi dengan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Karangetang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro.
Sebagai langkah antisipatif, Basarnas menyiapkan tim rescue gabungan dari Kantor SAR Manado dan Pos SAR Tahuna. Tim tersebut direncanakan diberangkatkan menggunakan KM Barcelona menuju Pulau Siau untuk memperkuat kesiapsiagaan personel di wilayah terdampak.
Berdasarkan rencana awal, keberangkatan dijadwalkan pukul 18.00 WITA dengan tujuan Pelabuhan Ulu Siau. Waktu kedatangan perlu dikonfirmasi kembali sebelum berita diterbitkan karena terdapat ketidaksesuaian hari dan tanggal dalam informasi awal.
Operasi kesiapsiagaan ini turut melibatkan BPBD Sitaro, petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, serta partisipasi masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk mendukung penyampaian informasi, mengantisipasi keadaan darurat, dan memastikan langkah penyelamatan dapat dilakukan sesuai perkembangan situasi.
Di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, keselamatan warga di kawasan rawan bencana menjadi perhatian utama. Wakil Gubernur Sulut Dr Victor Mailangkay, diharapkan turut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi bahaya erupsi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




