MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat fungsi penunjang pemerintahan dan menjalankan tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat, seperti yang dipaparkan oleh Gubernur Yulius Selvanus dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di rapat paripurna DPRD Sulut, Rabu (25/3).
Dalam urusan penunjang, Pemprov Sulut menekankan pentingnya perencanaan, pengelolaan keuangan, kepegawaian, serta administrasi pimpinan, hukum, dan organisasi. Penyelarasan dokumen perencanaan antara pusat dan daerah dilakukan secara cermat untuk memastikan konsistensi program.
Pengelolaan aset dan pendapatan daerah juga semakin transparan, sementara profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) terus ditingkatkan melalui penerapan sistem merit. Di sisi administrasi, tata kelola birokrasi dijalankan sesuai regulasi sehingga proses kerja lebih efisien dan akuntabel.
Sementara itu, pelaksanaan tugas pembantuan menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan pusat. Di bidang pendidikan, pengelolaan Dana BOS untuk SMA, SMK, dan SLB berjalan dengan tingkat akuntabilitas tinggi, memastikan operasional sekolah tetap lancar tanpa membebani orang tua siswa.
Di bidang pekerjaan umum, fokus diberikan pada pengelolaan jaringan irigasi dan jalan nasional yang didelegasikan kepada provinsi. Pemerintah berhasil menjaga fungsi jaringan irigasi agar ketersediaan air untuk lahan pertanian produktif tetap terjaga. Penyesuaian teknis dilakukan secara berkelanjutan untuk menghadapi kondisi medan dan lingkungan yang beragam, sehingga ketahanan konstruksi jangka panjang tetap terjamin.
Bidang pertanian juga menjadi perhatian utama. Program peningkatan produksi padi dan jagung dilakukan melalui optimalisasi lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian modern (alsintan), serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mitigasi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. Koordinasi intensif antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan sarana produksi tepat sasaran.
Dalam sektor kelautan dan perikanan, pemerintah memperkuat sarana dan prasarana bagi nelayan kecil melalui penyaluran mesin dan alat tangkap ramah lingkungan. Operasional lapangan disesuaikan dengan siklus alam dan logistik wilayah pesisir, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok nelayan agar tetap produktif.
Gubernur Yulius Selvanus menekankan keberhasilan pelaksanaan tugas pembantuan merupakan refleksi sinergi antara Sulawesi Utara dan Pemerintah Pusat. “Meskipun terdapat dinamika administratif maupun faktor eksternal, komitmen kita untuk menghadirkan program pusat di daerah tetap berjalan pada koridor yang tepat, sehingga manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, fungsi penunjang dan pelaksanaan tugas pembantuan ini menunjukkan bagaimana pemerintah provinsi memastikan program pembangunan terintegrasi, profesional, dan tepat sasaran, dari pendidikan, infrastruktur, pertanian hingga kelautan.
Editor : Angel Rumeen