
MANADOPOST.ID–PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghentikan sementara kegiatan operasional di Pelabuhan Bitung, pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 WITA di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, seluruh fasilitas utama pelabuhan dilaporkan dalam kondisi aman tanpa kerusakan maupun korban.
General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom, menyampaikan bahwa tim operasional segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas pelabuhan sesaat setelah gempa terjadi.
“Kami langsung melakukan pengecekan awal terhadap seluruh fasilitas utama pelabuhan setelah gempa terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kondisi alat bongkar muat, lantai dermaga, container yard, maupun gate pelabuhan dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya retakan maupun kerusakan,” ujar James David Hukom.
Dia menjelaskan bahwa sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pekerja, pengguna jasa, serta fasilitas pelabuhan, operasional sementara dihentikan hingga adanya pencabutan status siaga dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kegiatan operasional untuk sementara kami hentikan sampai ada pencabutan status siaga dari BMKG.
Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan seluruh pihak di lingkungan pelabuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, James David Hukom juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat insiden maupun kecelakaan kerja yang terjadi akibat gempa tersebut.
“Sampai dengan laporan awal ini disampaikan, tidak terdapat incident maupun accident yang terjadi di lingkungan Pelabuhan Bitung. Seluruh personel dalam kondisi aman,” tambahnya.
Pelindo Regional 4 Bitung terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keamanan operasional pelabuhan sebelum kegiatan kembali dijalankan secara normal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




