
MANADOPOST.ID — Keberagaman bukan sekadar kenyataan sosial di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tetapi menjadi modal penting untuk menjaga daerah tetap aman dan harmonis.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Boltim mendorong moderasi beragama tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Boltim Oskar Manoppo saat menghadiri kegiatan Penguatan Moderasi Beragama sebagai Strategi Merawat Kerukunan Umat Beragama, yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Boltim di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Boltim, Selasa (8/9/2026).
Menurut Oskar, masyarakat Boltim hidup dalam keberagaman agama, adat, budaya hingga latar belakang sosial. Kondisi tersebut membutuhkan cara pandang yang mampu menempatkan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Boltim adalah daerah yang dibangun di atas keberagaman. Kita hidup dengan perbedaan agama, adat, budaya dan latar belakang sosial. Perbedaan tersebut harus kita kelola sebagai kekuatan,” ujar Oskar.
Ia menjelaskan, moderasi beragama tidak berarti mengurangi keyakinan maupun ajaran agama yang dianut seseorang. Sebaliknya, konsep tersebut menjadi pendekatan untuk menjalankan kehidupan beragama secara adil, seimbang, toleran, sekaligus tetap menghormati kehidupan bersama.
Bagi Oskar, menjaga kerukunan juga tidak cukup dilakukan setelah persoalan muncul. Upaya tersebut perlu dibangun secara konsisten melalui interaksi sosial yang sehat serta sikap saling menghargai.
“Kerukunan tidak cukup hanya dijaga ketika tidak ada masalah. Kerukunan harus terus dirawat sejak sekarang. Karena itu, moderasi beragama jangan berhenti sebagai konsep atau materi,” tegasnya.
Ia berharap nilai moderasi dapat terlihat dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat, menyelesaikan persoalan hingga menggunakan media sosial.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




