Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riset Global untuk Indonesia, PITCH 2025 Satukan Peneliti PhD.

A
Penulis: Amelia Beatrix❯

Photo
Photo


Advertisement

MANADOPOST.ID – PITCH 2025 sukses memperkuat kolaborasi riset internasional untuk menjawab tantangan prioritas pembangunan Indonesia. Diselenggarakan oleh Monash University, Indonesia, hackathon doktoral internasional pertama di Indonesia ini berlangsung pada 20–24 Oktober 2025 di kampus Monash BSD City.

Acara ini mempertemukan 110 kandidat PhD dari kampus Monash di seluruh dunia dengan 16 mahasiswa PhD dari enam universitas terkemuka di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, IPB, Universitas Airlangga, ITS, dan Universitas Hasanuddin. Peserta internasional berasal dari Monash Australia, Monash Suzhou (Tiongkok), Monash Malaysia, Monash–IITB India, dan Monash University Indonesia.

Selama lima hari, tim lintas disiplin bekerja intensif merancang solusi berbasis riset untuk:

  • Mencegah stunting,

  • Memperluas akses energi bersih di kawasan 3T,

  • Membuka pasar ekspor bagi UMKM,

  • Menghadapi tantangan iklim dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Program ini menggunakan pendekatan problem-based learning dan mobilitas internasional, memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan isu nyata di lapangan. Salah satu riset lapangan dilakukan di Kampung Susun Akuarium, Jakarta Utara, untuk meneliti tata kelola permukiman informal, risiko banjir, dampak perubahan iklim, dan akses layanan publik, bekerja sama dengan Yayasan Rame-Rame Jakarta dan komunitas lokal.

Advertisement

PITCH 2025 dibuka oleh sejumlah tokoh pemerintah dan masyarakat sipil, termasuk Prof. Dewi Fortuna Anwar (BRIN), Dr. Andi Mardiah (BAPPENAS), Dr. Ashwin Sasongko Sastrosubroto, dan Dr. Danang Widoyoko (Transparency International Indonesia). Kolaborasi internasional ini juga diperkuat melalui jamuan diplomatik di Kedutaan Besar Australia, dihadiri oleh Gita Kamath dan Prof. Togar Mangihut Simatupang.

Hackathon mencapai puncaknya melalui presentasi final di hadapan panel juri gabungan dari Monash, BRIN, dan Kedutaan Besar Australia. Hasilnya menampilkan beragam solusi kreatif berbasis data yang menunjukkan keunggulan pendekatan interdisipliner dalam menyelesaikan masalah nasional.

Menurut Prof. Matthew Nicholson, Pro-Vice Chancellor & President Monash University Indonesia, “Inovasi peserta menunjukkan bagaimana riset interdisipliner dengan pendampingan dan data komprehensif dapat mendorong terobosan luar biasa.” Senada, Prof. Nellie Georgiou-Karistianis, Pro-Vice Chancellor (Research Training), menambahkan, “PITCH 2025 membangun kapasitas, percaya diri, dan jejaring, tiga keterampilan penting bagi generasi peneliti PhD berikutnya.”

Advertisement

PITCH 2025 menegaskan komitmen Monash University, Indonesia untuk memperluas akses pendidikan doktoral berstandar internasional, peluang publikasi di jurnal bereputasi, dan pengembangan metodologi interdisipliner. Monash juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan organisasi non-pemerintah guna memperkuat ekosistem riset nasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.(ame)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Indonesia-Australia Butuh Tenaga Kerja Terampil, IA-CEPA Dibedah

Indonesia-Australia Butuh Tenaga Kerja Terampil, IA-CEPA Dibedah

Monash University menggelar Australia Update 2026 untuk mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja dan optimalisasi kerja sama IA-CEPA.

China Percepat Proyek Reaktor Fusi Nuklir untuk Capai Target Komersialisasi 2030

China Percepat Proyek Reaktor Fusi Nuklir untuk Capai Target Komersialisasi 2030

China terus mengakselerasi pengembangan reaktor fusi nuklir atau matahari buatan dengan target operasional komersial yang dipatok pada tahun 2030 mendatang.

Menkeu Purbaya Bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan untuk Pembangunan Nasional

Menkeu Purbaya Bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan untuk Pembangunan Nasional

Menkeu Purbaya menegaskan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini telah berkembang erat. Ia berharap kedua negara dapat terus memperkuat kerja sama dalam berbagai forum internasional,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer