Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perempuan Desa Jadi Penjaga Pangan, Amartha Buka Jalan Lewat Modal Usaha

A
Penulis: Amelia Beatrix❯
Ibu Sumarni, Petani Palawija
Ibu Sumarni, Petani Palawija

Advertisement

MANADOPOST.ID – Ketahanan pangan Indonesia ternyata tidak hanya ditentukan oleh luas sawah atau teknologi pertanian. Ada perempuan-perempuan desa yang setiap hari mencangkul tanah, menanam palawija, hingga menjemur rumput laut. Mereka bekerja keras, tetapi sering terbentur satu persoalan klasik: modal usaha.

Amartha Financial berupaya menjawab persoalan itu melalui pembiayaan produktif dan pendampingan usaha bagi perempuan di perdesaan. Dua kisah, Sumarni di Sukoharjo, Jawa Tengah, dan Mariani di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, memperlihatkan bagaimana akses modal dapat mengubah usaha kecil menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus membuka pekerjaan bagi warga sekitar.

Sumarni sudah lebih dari tujuh tahun menggeluti usaha palawija. Sebelumnya, ia menanam melon, tetapi keterbatasan modal membuat usahanya sulit berkembang. Setelah menjadi mitra Amartha lima tahun lalu, ia bisa melanjutkan usaha dengan lebih leluasa.

Advertisement

Hasilnya terasa langsung. Dari penjualan palawija, Sumarni bisa memperoleh penghasilan hingga Rp500 ribu setiap dua hari ketika harga sedang bagus. Pendapatan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak.

Cerita serupa datang dari Mariani. Empat tahun lalu, ia memulai budidaya rumput laut dalam skala kecil. Cuaca dan kondisi laut membuat penghasilannya tidak menentu. Dukungan pembiayaan dan pendampingan Amartha membantunya memperluas area budidaya, meningkatkan produksi, dan menambah pendapatan.

Usahanya kini juga melibatkan sejumlah tetangga, terutama ibu rumah tangga, untuk membantu panen dan menjemur rumput laut. Artinya, modal yang diterima seorang perempuan bisa ikut menggerakkan ekonomi warga lainnya.

Advertisement

Founder dan CEO Amartha Financial Andi Taufan menyebut, hampir 30 persen mitra Amartha pada 2025 bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Dukungan pembiayaan dan pendampingan perusahaan juga membantu hampir 99.000 mitra di perdesaan membuka lapangan kerja baru. Sebanyak 97 persen pekerjaan tersebut diisi perempuan.

Dukungan itu diperluas melalui Amartha Empower, termasuk pemulihan saluran irigasi bagi lebih dari 900 kepala keluarga atau hampir 3.000 jiwa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang terdampak banjir bandang. Pelatihan manajemen keuangan, produksi, dan pemasaran turut diberikan kepada kelompok tani serta UMKM.

Peringatan Hari Perempuan Perdesaan Internasional setiap 15 Oktober menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan berawal dari orang-orang yang bekerja di tingkat paling dasar. Ketika perempuan desa mendapat akses modal, pendampingan, dan pasar, yang tumbuh bukan hanya usaha mereka, melainkan juga harapan keluarga dan ekonomi komunitasnya.(AME)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Amartha 10X Run 2026 Bawa Semangat UMKM Perempuan ke Ajang Lari

Amartha 10X Run 2026 Bawa Semangat UMKM Perempuan ke Ajang Lari

Amartha 10X Run 2026 mengusung #WeGoBeyond, membawa semangat perjuangan UMKM perempuan melalui ajang lari 10K dan half marathon.

Amartha Gandeng Mitra Global, Ada Misi Besar untuk Jutaan Pelaku UMKM

Amartha Gandeng Mitra Global, Ada Misi Besar untuk Jutaan Pelaku UMKM

Amartha dan mitra global meluncurkan ICFH untuk memperkuat kesehatan finansial UMKM dan masyarakat akar rumput melalui riset, inovasi, dan kolaborasi.

Amartha dan Mitra Lintas Sektor Dorong Penguatan Ketahanan Finansial UMKM Akar Rumput di Indonesia

Amartha dan Mitra Lintas Sektor Dorong Penguatan Ketahanan Finansial UMKM Akar Rumput di Indonesia

Amartha bersama mitra lintas sektor dorong ketahanan finansial UMKM, meski inklusi 80,51%, lebih 60% UMKM masih berpendapatan tidak stabil.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer