Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi di Pinrang

A
Penulis: Ayurahmi Rais❯
Penerima manfaat Program CAHAYA TUPPU memanfaatkan kendaraan roda tiga dan sarana pengangkut bantuan PLN untuk mendukung pengumpulan serta pengelolaan sampah secara lebih efektif.
Penerima manfaat Program CAHAYA TUPPU memanfaatkan kendaraan roda tiga dan sarana pengangkut bantuan PLN untuk mendukung pengumpulan serta pengelolaan sampah secara lebih efektif.

Advertisement

 

 

MANADOPOST.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui PLN UPT Makassar meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) CAHAYA TUPPU di Tuppu, Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

Advertisement

Program ini mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menghubungkan pemilahan dari rumah, pengangkutan ramah lingkungan, dan pengolahan menjadi produk bernilai ekonomi.

CAHAYA TUPPU merupakan akronim dari Cinta Lingkungan Aksi Nyata Hijaukan Bumi Andalan Kolaborasi Yakin Bisa Atasi Sampah. Dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), program ini diarahkan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus membangun kegiatan produktif bagi masyarakat.

Kelurahan Tadokkong memiliki 6.084 penduduk yang tersebar dalam 1.503 kepala keluarga. Aktivitas rumah tangga, pertanian, dan perdagangan menghasilkan sampah organik maupun nonorganik yang membutuhkan sistem pengelolaan lebih terarah.

Advertisement

Sebelumnya, proses pemilahan masih dilakukan secara manual. Kondisi kontainer dan kendaraan pengangkut yang tersedia juga sudah tidak memadai sehingga proses pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan belum berjalan optimal.

PLN menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan kontainer sampah berkapasitas sekitar enam meter kubik, kendaraan listrik roda tiga, mesin pemilah, mesin pencacah kompos, dan mesin pengering maggot. Dukungan tersebut dilengkapi dengan penguatan rumah budidaya maggot serta pelatihan bagi kelompok pengelola.

Sampah organik yang terkumpul selanjutnya dapat diolah menjadi maggot segar, maggot kering, dan pupuk organik. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi peternak ikan dan unggas maupun dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, mengatakan CAHAYA TUPPU dirancang agar penanganan sampah tidak berhenti pada kegiatan pengangkutan dan pembuangan.
“Pemilahan dimulai dari rumah, kemudian sampah diolah agar memberikan manfaat. Kami berharap CAHAYA TUPPU dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Fermi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PLN UIP3B Sulawesi Perkuat Konsistensi Pengamanan Obvitnas di RCC Makassar

PLN UIP3B Sulawesi Perkuat Konsistensi Pengamanan Obvitnas di RCC Makassar

PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer