Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

PLN Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Program TJSL “Kertajati” Budidaya Jamur Tiram di Desa Tede

Ayurahmi Rais • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:29 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID– PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melalui Unit Pelayanan Transmisi Palu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi dan pelestarian lingkungan masyarakat desa

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Kertajati – Kelompok Ekonomi Rakyat Tangguh dengan Budidaya Jamur Tiram”, PLN menyalurkan bantuan budidaya jamur tiram kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Tede Lestari di Desa Tede, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu.

Program ini hadir untuk memanfaatkan potensi lokal, khususnya hasil hutan bukan kayu, sebagai sumber ekonomi baru tanpa merusak lingkungan. Jamur tiram dipilih karena ramah lingkungan, bernilai ekonomi tinggi, dan memanfaatkan limbah serbuk gergaji sebagai media tanam.

Perwakilan KPH Latimojong, Rusydi Mustamin, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. “Budidaya jamur tiram membuktikan masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tanpa menebang pohon. Media serbuk gergaji justru mengurangi limbah kayu,” ujarnya.

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa Kertajati adalah wujud nyata peran PLN dalam membangun masyarakat tangguh secara ekonomi, lingkungan, dan sosial.

“PLN tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menerangi harapan. Melalui Kertajati, kami bantu masyarakat mandiri, menjaga lingkungan, dan membuka peluang usaha baru,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Drs. H. Sulaiman, mengapresiasi langkah PLN yang langsung menyentuh kebutuhan warga pedesaan. “Terima kasih kepada PLN yang telah membantu warga Bastem Utara. Program ini nyata manfaatnya,” katanya.

Manfaat program ini mulai dirasakan warga. Salah satu anggota KTH Tede Lestari, Ayu Salemban, mengaku kini memiliki usaha yang dulu hanya menjadi angan.“Dulu saya hanya bermimpi punya kumbung jamur. Sekarang berkat PLN, usaha ini jadi nyata,” tuturnya.

Saat ini, kelompok tani mampu memproduksi ±10 kg jamur tiram per hari, dengan harga jual Rp50.000 per kilogram. Hasil panen dipasarkan ke Bastem dan warung-warung sekitar, memberikan tambahan penghasilan dan membuka lapangan kerja baru.

PLN berharap budidaya jamur tiram di Desa Tede dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat hutan di Sulawesi Selatan. Kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat kini menjadikan Desa Tede sebagai contoh nyata sinergi energi listrik dan energi sosial.

“Membangun bangsa bukan hanya menerangi rumah, tetapi juga menerangi harapan,” tutup Fermi Trafianto.

Editor : Ayurahmi Rais