Lurah dan Kaling se Manado Diwarning, Ada Warga yang Sudah Meninggal, Tapi Datanya Belum Diperbarui

MANADOPOST.ID-Wali Kota Manado Andrei Angouw melontarkan peringatan keras kepada jajaran Lurah dan Kepala Lingkungan (Kaling) agar tidak sekadar menjalankan rutinitas administrasi, tetapi benar-benar memahami kondisi warga di wilayah masing-masing.
Pesan tegas itu disampaikan saat Wali Kota membuka dan menghadiri Pengukuhan serta Bimbingan Teknis Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Rabu (26/8).
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah validasi data kependudukan. Angouw menyinggung masih adanya warga yang telah meninggal dunia tetapi datanya belum diperbarui atau divalidasi.
Dampaknya tidak sepele. Ketidakakuratan data tersebut bahkan dapat menyulitkan ahli waris ketika hendak mengurus hak jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.
Karena itu, Wali Kota meminta proses validasi data dipercepat dan kewenangannya dapat dilakukan langsung oleh Lurah melalui sistem digital.
Tak berhenti pada arahan, Angouw bahkan menguji langsung sejumlah Lurah dan Kaling terkait pemahaman mereka terhadap Manado Hub, sistem digital yang menjadi salah satu tulang punggung tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kota Manado.
Warning-nya jelas: jangan sampai ada Lurah atau Kaling yang justru tidak memahami sistem yang digunakan untuk memantau kondisi warganya sendiri.
Manado Hub, menurut Angouw, harus dimanfaatkan secara maksimal, termasuk untuk membaca data Desil atau tingkat kesejahteraan masyarakat.
Lurah dan Kaling juga dituntut mampu melakukan pendataan warga miskin ekstrem secara real-time. Data tidak boleh hanya menjadi angka dalam sistem, sementara kondisi warga di lapangan luput dari perhatian.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




