
MANADOPOST.ID- Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado Tahun Anggaran 2026 mengalami lonjakan signifikan. Total APBD yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp1,527 triliun, dalam rancangan perubahan meningkat menjadi Rp1,738 triliun.
Angka tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang saat membacakan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Manado Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kota Manado, Selasa (1/9).
Kenaikan total APBD mencapai sekitar Rp211,12 miliar. Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut setelah Pemerintah Kota Manado dan DPRD menyepakati Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Pendapatan naik Rp52,14 Miliar, dalam rancangan perubahan, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp1,573 triliun, naik dari APBD induk sebesar Rp1,521 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu komponen yang mengalami peningkatan. PAD yang sebelumnya ditargetkan Rp561,79 miliar, naik menjadi Rp591,45 miliar.
Sementara, pendapatan transfer meningkat dari Rp956,03 miliar menjadi Rp978,51 miliar. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah tetap sebesar Rp3,5 miliar.
Belanja melonjak Rp211 Miliar, perubahan paling mencolok terlihat pada sisi belanja daerah. Belanja daerah yang dalam APBD induk ditetapkan sebesar Rp1,490 triliun, meningkat menjadi Rp1,701 triliun dalam rancangan perubahan.
Belanja operasi menjadi komponen terbesar, yakni mencapai Rp1,468 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp1,331 triliun.
Kemudian belanja modal naik cukup signifikan dari Rp154,59 miliar menjadi Rp228,59 miliar. Sementara belanja tidak terduga justru turun dari Rp5 miliar menjadi Rp4,35 miliar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




