MANADOPOST.ID- Wakil Wali (Wawali) Kota Manado dr Richard Sualang melakukan kunjungan kerja di Politekni Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akutansi Negara (PKN STAN), Senin (26/1) lalu.
Wawali yang didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah, Jefry Mongdong bersama rombongan diterima oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Rus'an.
Dikatakan Wawali, pertemuan tersebut bertujuan menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas ASN Pemkot Manado, khususnya di bidang perpajakan, keuangan daerah, manajemen aset, hingga hukum dan manajemen risiko.
"Pemerintah Kota Manado berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan melalui pelatihan teknis dan asistensi kebijakan penyusunan Perda.
Selain itu, kami juga mendorong adanya kuota khusus bagi putra-putri asli Manado untuk menempuh pendidikan di PKN STAN melalui program pembibitan daerah," ujar Wawali, Rabu (28/1).
Dirinya beeharap sinergi yang dibangun itu dapat melahirkan aparatur yang profesional dan berintegritas demi kemajuan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik di Kota Manado.
Kepala Bapenda Manado Jefry Mongdong menambahkan, pertemuan tersebut membahas tiga poin utama materi kerja sama.
Yakni peepajakan soal pelatihan peningkatan kapasitas SDM ASN. Kerja sama itu mencakup berbagai bidang pelatihan teknis, diantaranya perpajakan.
"Soal perpajakan yaitu pelatihan pemeriksa, penilai, juru sita, penagihan, penelaah keberatan, analitika data pajak daerah, hingga Brevet Pajak.
Untuk keuangan daerah, terkait perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, penyusunan APBD, penganggaran, serta penyusunan dan review RKA SKPD," ungkapnya.
Selanjutnya soal kebendaharaan negara. Itu merupakan pelatihan bendahara pengeluaran OPD dan bendahara rumah sakit.
Kemudian, soal manajemen aset yang terdiri dari pengelolaan dan penilaian barang milik daerah (BMD), manajemen kontrak, pengadaan barang dan jasa (PBJ), penilai properti, serta logistik.
Selain itu juga, lanjutnya, dibahas terkait kerja sama dalam bentuk pendampingan teknis, konsultasi kebijakan, serta penyusunan Peraturan Daerah (Perda) dan kebijakan pembangunan daerah lainnya.
"Kemudian ada penyusunan kajian keuangan daerah dan kajian strategis lainnya untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah kota," paparnya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas