MANADOPOST.ID - Asuransi jiwa tidak hanya sekadar perlindungan, melainkan benteng tak tergantikan, terutama bagi mereka yang telah membentuk keluarga. Dalam mengelola risiko dan memberikan jaminan atas ketidakpastian di masa depan, peran asuransi jiwa menjadi krusial.
Ketika kepala keluarga atau pencari nafkah meninggal dunia, keluarga yang tertanggung akan menerima uang pertanggungan dari polis asuransi jiwa yang dimilikinya. Fungsi proteksi ini menjadi penopang bagi keluarga yang ditinggalkan, memberikan keamanan finansial di tengah kesulitan.
Yeti, seorang ibu rumah tangga dari Tambun, Bekasi, semula tidak mendukung keputusan suaminya untuk membeli polis asuransi Smart Platinum Link dari Sinarmas MSIG Life. Meski awalnya skeptis, ia kemudian menyadari keputusan tersebut membuktikan nilainya ketika sang suami, yang merupakan tulang punggung keluarga, mengalami kecelakaan jatuh dan meninggal dunia pada awal Agustus 2022.
Peristiwa tragis terjadi saat keluarga Yeti sedang berziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat. Saad, sang suami dan tulang punggung keluarga, secara tiba-tiba, sang suami jatuh sakit dan meninggal. Meski duka mendalam menyelimuti, Yeti dan keluarganya mendapatkan dukungan finansial dari asuransi jiwa yang telah dibeli suaminya.
Yeti mengingat, 'Selama perjalanan, seluruh aktivitas berjalan lancar. Tanpa disangka beliau jatuh dan meninggal saat tiba di depan makam. Beberapa hari kemudian, menerima surat dari Sinarmas MSIG Life bahwa beliau menerima manfaat polis dari Smart Platinum Link,' ucapnya pada Senin (21/8/2023).
Pengalaman ini membuat Yeti menyadari betapa pentingnya asuransi jiwa sebagai sebagai perlindungan finansial bagi keluarga. Yeti mengakui bahwa sekarang ia memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peran asuransi jiwa. Terinspirasi oleh manfaat yang dirasakannya, sebagai langkah persiapan masa depan, ia bahkan telah membuka polis asuransi untuk mendukung pendidikan anaknya. (gnr/af)