MANADOPOST.ID--Salah satu efek dari ramalan adalah terinprint, artinya tertanam di pikiran dan perasaan kita, yang akhirnya bisa benar-benar terjadi. Pikiran dan perasaan kita punya kekuatan, keduanya bervibrasi, dan karena itu, kita harus menaburkan hal-hal yang baik ke dalamnya agar yang terjadi dalam hidup kita juga hal-hal yang baik.
Ketika kita mendengar orang yang suka mengeluh atau berbicara tentang hal-hal negatif, lama-lama kita bisa ikut terpengaruh. Vibrasi negatif itu masuk ke alam pikir dan rasa kita, bergejolak di dalam batin, dan akhirnya menarik kejadian-kejadian buruk ke dalam hidup kita.
Tapi kali ini, kita membahas tentang psikologi di balik orang-orang yang sok hebat bisa meramal. Ini penting agar kita tidak mudah tertipu atau terperangkap oleh mereka. Orang yang sok-sokan punya kemampuan meramal biasanya masuk dalam golongan narsistik.
Mereka ini terlalu narsis, ingin diakui sebagai orang hebat. Sayangnya, mereka merasa tidak punya keterampilan lain (meski sebenarnya mungkin ada), sehingga mereka mengandalkan kemampuan meramal yang sebenarnya hanya mengira-ngira.
Orang-orang seperti ini seringkali gelap hati, tidak menyadari potensi diri yang sebenarnya, dan akhirnya memilih jalan yang salah. Mereka berjuang untuk mencari pengakuan dan kepuasan diri dengan membuat orang lain percaya bahwa mereka punya keahlian khusus.
Ini sangat berbahaya, karena semakin banyak orang yang percaya, semakin besar kepala mereka, dan semakin sesat hati mereka. Jika Anda menemui orang seperti ini yang ramalannya sering direpost di media sosial, jangan pernah berkomentar setuju atau memberikan dukungan.
Karena dengan begitu, Anda hanya akan membuat mereka semakin merasa benar dan semakin sesat. Alam bawah sadar kita bisa menyimpan berbagai hal, dan jika yang tersimpan itu tidak benar, hal itu bisa mewujud dalam hidup kita.
Bahkan hanya mendengar teman yang suka mengeluh pun bisa menyeret kita ke dalam frekuensi negatif yang sama. Kita akan sukses atau tidak sangat ditentukan oleh asupan jiwa kita—apa yang kita dengar dan lihat. Jika kita punya sahabat yang baik, yang sering memberikan dukungan dan semangat positif, jiwa kita akan terangkat.
Jadi, kita harus bijak dalam memilih apa yang kita dengar dan lihat. Mendengar ramalan yang aneh-aneh berarti kita sedang menanam hal-hal negatif dalam jiwa kita, yang bisa berdampak buruk di masa depan.
Jangan pernah percaya pada segala bentuk ramalan. Lebih baik kita berserah kepada Tuhan dan banyak beribadah, karena Tuhanlah yang akan menuntun kita melalui petunjuk-Nya. (*)
Sumber: Youtube Kuliah Psikologi
Editor : Clavel Lukas