MANADOPOST.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, ide tentang mobil terbang, dulu hanya ada di film fiksi, sekarang mulai menjadi kenyataan yang bukan sekadar mimpi. Di garis depan transformasi ini adalah perusahaan teknologi udara asal China bernama EHang, yang kini bukan hanya merancang drone biasa, tetapi juga kendaraan udara otonom yang dapat membawa manusia.
Siapa EHang Itu?
EHang didirikan pada tahun 2014 di Guangzhou, China, oleh seorang insinyur bernama Huazhi Hu, dan sejak awal bergerak di bidang teknologi drone. Perusahaan ini pertama kali dikenal dengan model penumpang pertamanya, EHang 184, yang sudah melakukan puluhan penerbangan uji coba membawa orang pada 2017-2018. Sejak itu, misi EHang berkembang menjadi memberikan solusi mobilitas udara otonom (autonomous aerial mobility) yang aman, ramah lingkungan, dan efisien untuk transportasi jarak pendek di perkotaan dan area wisata.
EHang EH216-S: “Taxi Terbang Tanpa Pilot” yang Faktual
Produk yang pernah menjadi adalah EHang EH216-S sebuah kendaraan listrik yang bisa lepas landas secara vertikal (eVTOL) tanpa pilot di dalam kabin, dan dirancang untuk membawa dua penumpang sekaligus. Ini bukan lagi konsep, tetapi sebuah kenyataan yang sudah mendapatkan sertifikasi resmi di China.
Menurut data teknis yang dirangkum dari berbagai sumber, EH216-S memiliki 16 baling-baling listrik yang didistribusikan secara redundan untuk keselamatan, Kecepatan maksimum sekitar 130 km/jam dan jangkauan sekitar 35 km per pengisian baterai (±21 menit terbang), Dirancang untuk terbang tanpa pilot dengan rute prapengaturan dan kontrol dari pusat komando darat, sehingga penumpang hanya perlu duduk dan menikmati perjalanan, Bobot muatan maksimum kisaran 220 kg, cukup untuk dua orang plus barang ringan.
Model seperti EH216-S sudah digunakan dalam demonstrasi penerbangan di pusat kota Shanghai dan berbagai uji coba lain di China, termasuk untuk penerbangan tur udara dan mobilitas rendah di daerah perkotaan.
Regulasi dan Peluncuran Komersial
Salah satu hal terbesar yang mengangkat EHang ke panggung global adalah sertifikasi yang diberikan oleh otoritas penerbangan sipil China (CAAC). EHang menjadi perusahaan pertama di dunia yang diberi izin untuk menerbangkan kendaraan udara otonom membawa penumpang tanpa pilot di dalam kabin.
Apa artinya?
Mulai pertengahan 2025, EHang mulai menawarkan tur udara berbayar di kota-kota seperti Guangzhou dan Hefei di China, dengan tujuan awal utamanya adalah pariwisata udara. Rencana jangka menengahnya adalah memperluas layanan tersebut menjadi layanan taksi udara di kota besar, seperti Shenzhen, Zhuhai, dan bahkan di luar China lewat kerja sama di luar negeri. Prediksi dari EHang sendiri bahkan menyatakan layanan tersebut bisa jadi kenyataan dalam 3-5 tahun ke depan di negara-negara dengan regulasi yang siap.
Bagaimana Sistemnya Bekerja?
Tidak ada pilot di kabin berarti semua dijalankan oleh kecerdasan buatan dan sistem kendali terpusat di darat. EH216-S terbang menurut rute yang telah diprogram, dilengkapi pemantauan waktu nyata dan redundansi keselamatan yang memungkinkan kendaraan tetap aman meskipun terjadi kegagalan sistem tunggal.
Sistem ini mirip dengan cara kerja drone besar:
-
Kontrol pusat memonitor dan mengirim data ke setiap unit.
-
Sistem navigasi menggunakan satelit (GNSS) dan sensor internal untuk mengatur arah dan stabilitas.
-
Tidak ada roda atau landasan panjang cukup ruang kecil di atap gedung atau terminal udara mini (vertiport) untuk lepas landas dan mendarat.
Lebih dari Sekadar “Drone Raksasa”
EHang serta eVTOL lainnya bukan hanya sekadar ide futuristik, mereka muncul sebagai solusi nyata di tengah tantangan mobilitas perkotaan:
-
Menghindari kemacetan yang semakin parah di kota-kota besar.
-
Menghubungkan area wisata atau rute perjalanan pendek dengan cara yang lebih cepat.
-
Menambah diversifikasi layanan transportasi, seperti medevac (evakuasi medis) dan logistik ringan udara di masa depan.
Tantangan yang Masih Harus Diatasi
Tentu saja, belum semua mudah. Beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam komersialisasi penuh taksi udara otonom adalah:
-
Kapasitas baterai dan jangkauan yang lebih panjang.
-
Infrastruktur vertiport yang harus dibangun di banyak kota.
-
Aturan lalu lintas udara baru yang mengatur kendaraan tanpa pilot di ketinggian rendah.
-
Kesiapan publik untuk naik kendaraan tanpa pilot.
Namun kini jelas bahwa kita bukan lagi sekadar membahas “mobil terbang dalam film fiksi”, tetapi sebuah teknologi nyata yang sedang diuji dan siap mengubah cara kita bepergian dalam beberapa tahun mendatang.
Y.M.G
Editor : ALengkong