Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Poco F8 Ultra Dikabarkan Punya Baterai Lebih Kecil, Tapi Performa Tetap Gahar

R
Penulis: Richard Lawongan❯

Poco F8 Ultra
Poco F8 Ultra


Advertisement

MANADOPOST.ID – Kabar terbaru dari dunia gadget kembali datang dari Poco yang tengah menyiapkan seri F8 Ultra dan F8 Pro dengan sejumlah peningkatan menarik.

Meskipun disebut-sebut membawa teknologi mutakhir, bocoran terbaru mengungkapkan kapasitas baterai dua ponsel ini ternyata lebih kecil dari seri Redmi K90.

Informasi tersebut pertama kali dibagikan oleh akun pembocor gadget di platform Weibo, yang dikenal sering membocorkan produk Xiaomi dan sub-brand-nya.

Advertisement

Menurut bocoran itu, Poco F8 Ultra akan menggunakan baterai berkapasitas sekitar 5.000 mAh, sedikit di bawah Redmi K90 yang kabarnya mencapai 5.500 mAh.

Namun, Poco dikatakan akan mengimbangi kapasitas yang lebih kecil dengan efisiensi daya dari chipset generasi terbaru.

Chipset tersebut diduga adalah Snapdragon 8 Gen 3, prosesor kelas atas dari Qualcomm yang dikenal hemat energi sekaligus memiliki performa tinggi.

Jika benar, hal ini akan membuat Poco F8 Ultra mampu menjalankan game berat dan aktivitas multitasking tanpa cepat panas.

Selain itu, Poco juga dikabarkan akan menggunakan teknologi pengisian cepat hingga 120W.

Teknologi fast charging ini memungkinkan pengisian daya penuh hanya dalam waktu sekitar 20 menit saja.

Desain dari Poco F8 Ultra juga disebut mengalami penyegaran dengan tampilan yang lebih ramping dan premium.

Beberapa sumber menyebutkan bodinya akan menggunakan material campuran logam dan kaca yang menyerupai ponsel flagship.

Poco tampaknya ingin menggeser persepsi bahwa ponsel gaming hanya soal performa, tanpa memperhatikan tampilan luar.

Di sisi kamera, bocoran menunjukkan adanya peningkatan pada sensor utama beresolusi 50 MP dengan dukungan OIS (Optical Image Stabilization).

Teknologi OIS ini berfungsi untuk menstabilkan gambar saat pengguna memotret dalam kondisi bergerak.

Sementara untuk kamera depan, Poco F8 Ultra dikabarkan membawa sensor 32 MP yang mendukung AI beautification.

Fitur ini membantu menghasilkan foto selfie lebih natural tanpa perlu banyak edit.

Dalam hal layar, Poco tetap mempertahankan panel AMOLED dengan refresh rate 144 Hz untuk pengalaman visual yang halus.

Layar tersebut dikatakan mendukung resolusi tinggi dan tingkat kecerahan maksimal hingga 2.000 nit.

Hal ini membuat tampilan tetap jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Bocoran juga menyebutkan bahwa Poco F8 Ultra dan F8 Pro akan berjalan dengan antarmuka HyperOS, sistem terbaru pengganti MIUI dari Xiaomi.

HyperOS dikenal lebih ringan, lebih cepat, dan dirancang agar lebih terintegrasi dengan ekosistem perangkat lain seperti tablet dan smartwatch.

Belum ada konfirmasi resmi dari Poco terkait tanggal peluncurannya, namun banyak yang memperkirakan kedua perangkat ini akan hadir awal tahun depan.

Dengan kombinasi performa tinggi, desain mewah, dan pengisian cepat, Poco tampaknya siap kembali mengguncang pasar ponsel menengah ke atas. (aak)

Advertisement
Editor : Richard Lawongan
Sumber : antaranews.com
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Xiaomi Vision Gran Turismo jadi hypercar listrik 1.900 HP paling mengejutkan di MWC 2026

Xiaomi Vision Gran Turismo jadi hypercar listrik 1.900 HP paling mengejutkan di MWC 2026

Xiaomi memperkenalkan Vision Gran Turismo, hypercar listrik futuristis bertenaga 1.900 HP dengan desain ekstrem dan teknologi yang canggih.

Xiaomi HyperOS 4.0 Android 17 Mulai Jadi Sorotan Pengguna Smartphone

Xiaomi HyperOS 4.0 Android 17 Mulai Jadi Sorotan Pengguna Smartphone

HyperOS 4 berbasis Android 17 mulai ramai dibahas setelah muncul berbagai bocoran soal desain baru, peningkatan performa, fitur AI, dll.

Ribuan Peneliti AI Surati Pemerintah AS, Ingatkan Risiko Serius Teknologi Kecerdasan Buatan

Ribuan Peneliti AI Surati Pemerintah AS, Ingatkan Risiko Serius Teknologi Kecerdasan Buatan

Ribuan peneliti AI mengingatkan pemerintah AS tentang risiko serius kecerdasan buatan dan pentingnya regulasi untuk mencegah dampak negatif di masa depan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer