Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meta Menang di Pengadilan: Tak Perlu Lepas Instagram & WhatsApp

R
Penulis: Richard Lawongan❯

Meta
Meta


Advertisement

MANADOPOST.ID – Meta Platforms Inc. meraih kemenangan besar dalam gugatan antitrust setelah seorang hakim memutuskan bahwa perusahaan tidak menjalankan monopoli ilegal dengan mengakuisisi Instagram dan WhatsApp.

Gugatan diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) yang menuduh Meta “beli atau bungkam” saat membeli Instagram dan WhatsApp.

FTC berargumen bahwa dengan membeli Instagram di 2012 dan WhatsApp di 2014, Meta menyingkirkan pesaing yang berpotensi tumbuh.

Advertisement

Namun, Hakim Distrik Amerika Serikat James Boasberg menolak tuduhan monopoli yang dilayangkan kepada Meta.

Putusan hakim ini menyatakan bahwa FTC gagal membuktikan bahwa Meta masih memiliki kekuatan monopoli saat ini.

Dalam persidangan, Meta menyatakan bahwa Instagram dan WhatsApp diakuisisi bukan untuk menjatuhkan kompetitor, tetapi untuk menguatkan ekosistem Meta.

Mark Zuckerberg, CEO Meta, membantah tuduhan bahwa akuisisi hanya upaya dominasi pasar.

Meta menyebut bahwa mereka menghadapi persaingan dari banyak platform lain seperti TikTok, YouTube, dan layanan pesanan Apple.

Dalam benak FTC, mereka menilai Meta membangun “parit” kompetitif dengan membeli pesaingnya.

Meta menyatakan bahwa akuisisi tersebut sudah disetujui lebih dari satu dekade lalu dan dilakukan dengan pertimbangan strategis.

Zuckerberg juga berpendapat bahwa strategi mereka bukanlah menghancurkan pesaing, melainkan menciptakan sinergi aplikasi.

Menurut hakim Boasberg, pasar media sosial sekarang lebih kompleks dan dinamis, sehingga sulit menegaskan monopoli seperti dulu.

Putusan ini membuat Meta tak perlu memisahkan Instagram dan WhatsApp dari perusahaan intinya, seperti yang dituntut FTC.

Kemenangan ini sangat penting bagi Meta karena Android dan iOS terus berkembang, dan persaingan media sosial juga semakin ketat.

Beberapa analis antimonopoli menyebut keputusan ini sebagai penanda bahwa FTC harus memperbarui analisis persaingan sesuai dengan realitas pasar modern.

Bagi pengguna Instagram dan WhatsApp, putusan ini berarti kedua aplikasi tersebut kemungkinan tetap terintegrasi dalam ekosistem Meta.

Namun, kasus ini tetap menjadi peringatan bahwa regulasi antitrust terhadap perusahaan besar teknologi semakin serius.

Meta kemungkinan akan terus menghadapi pengawasan ketat dari regulator teknologi lainnya di berbagai negara.

FTC menyatakan kecewa dengan keputusan ini, tetapi hakim memberikan argumen bahwa dinamika persaingan sekarang jauh berbeda dari satu dekade lalu.

Zuckerberg dan tim hukum Meta menyambut baik keputusan ini sebagai pengakuan atas kemampuan berinovasi dalam persaingan global. (aak)

Advertisement
Editor : Richard Lawongan
Sumber : idntimes.com, antaranews.com, Medcom
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

WhatsApp Perluas Fitur Acara, Undangan Kini Bisa Menjangkau Nonpengguna

WhatsApp Perluas Fitur Acara, Undangan Kini Bisa Menjangkau Nonpengguna

WhatsApp memperbarui fitur Acara. Kini pengguna bisa mengundang nonpengguna, mengelola RSVP, dan mengatur pertemuan lebih mudah.

 WhatsApp Gandeng Orang Tua, 179 Ribu Keluarga Disasar Kelas Pengasuhan Digital

WhatsApp Gandeng Orang Tua, 179 Ribu Keluarga Disasar Kelas Pengasuhan Digital

WhatsApp, ICT Watch, Keluarga Kita, dan KOMDIGI menggelar kelas pengasuhan digital di tiga kota, menargetkan 179.000 orang tua.

Kontrol Orang Tua WhatsApp Diperluas, Bantu Pandu Aktivitas Remaja

Kontrol Orang Tua WhatsApp Diperluas, Bantu Pandu Aktivitas Remaja

WhatsApp menghadirkan kontrol orang tua untuk remaja, mulai dari pengaturan privasi, aktivitas grup, hingga pembatasan pengalaman Meta AI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer