Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peramban Baru Berbasis AI: Comet dari Perplexity Kini Hadir di Android

R
Penulis: Richard Lawongan❯

Comet
Comet


Advertisement

MANADOPOST.ID – Sekarang pengguna Android bisa mencoba peramban berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Comet.

Comet dulu hanya tersedia di desktop, tapi sejak 20 November 2025 versi Android-nya resmi diluncurkan.

Dengan Comet di Android, kamu bisa browsing sambil dibantu asisten AI yang bisa menjawab pertanyaan saat kamu menjelajahi web.

Advertisement

Asisten ini tidak hanya menampilkan tautan seperti peramban biasa — dia bisa memberikan jawaban langsung, lengkap dengan referensi, sehingga lebih mudah memahami informasi.

Kalau kamu baca artikel panjang atau dokumen di web, tinggal minta Comet bantu merangkum agar tidak perlu baca semuanya.

Comet juga mendukung mode suara — kamu bisa ngobrol dengan asisten AI tanpa harus mengetik, cocok kalau kamu sedang sibuk atau malas mengetik di layar kecil ponsel.

Advertisement

Kalau kamu buka banyak tab sekaligus waktu riset atau cari informasi, Comet bisa merangkum semua tab aktif sekaligus — jadi nggak ribet bolak-balik.

Comet sudah dilengkapi pemblokir iklan (ad-blocker) bawaan, sehingga pengalaman browsing bisa lebih nyaman tanpa iklan ganggu.

Meski fitur AI jadi inti, Comet tetap bisa dipakai seperti browser biasa — kamu bisa buka situs, cari info, sosial media, tanpa harus ubah kebiasaan.

Comet di Android dirancang sebagai peramban “AI-first” — artinya interaksi utama adalah lewat AI, bukan cuma fitur tambahan seperti di browser biasa.

Perplexity bilang bahwa Comet bisa membantu banyak kegiatan: riset sekolah, tugas, browsing berita, belanja online, sampai browsing santai — semua bisa dibantu AI.

Karena mudah dipakai bahkan oleh anak muda, Comet bisa jadi pilihan bagus untuk pelajar SMP atau SMA yang butuh info cepat untuk sekolah.

Dengan AI yang bisa meringkas atau menjawab pertanyaan, belajar daring bisa lebih praktis tanpa harus baca panjang lebar.

Selain itu, kamu bisa menanyakan sesuatu pakai suara, misalnya “Ringkas isi artikel ini” atau “Cari info tentang dinosaurus” — asisten AI akan bantu.

Comet juga bisa membantu kalau kamu cari referensi tugas, bahan karya, riset kecil, tanpa harus buka banyak situs satu per satu.

Buat orang dewasa, Comet bisa bantu kerja, cari info cepat, belanja online, atau sekadar baca berita tanpa iklan mengganggu.

Meski masih baru di Android, banyak pengguna melaporkan pengalaman browsing yang lebih efisien dan praktis dibanding browser biasa.

Tentu, seperti semua alat baru, ada hal yang perlu diperhatikan — misalnya pastikan kamu tetap bijak memilih sumber info dan tetap memeriksa ulang fakta kalau perlu.

Tapi secara umum, Comet memberi gambaran masa depan browsing: internet yang cerdas, responsif, dan mudah dipakai siapa saja.

Kalau kamu penasaran, kamu bisa langsung unduh Comet dari Google Play Store dan coba sendiri fitur-fiturnya. (aak)

Advertisement
Editor : Richard Lawongan
Sumber : antaranews.com
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ribuan Peneliti AI Surati Pemerintah AS, Ingatkan Risiko Serius Teknologi Kecerdasan Buatan

Ribuan Peneliti AI Surati Pemerintah AS, Ingatkan Risiko Serius Teknologi Kecerdasan Buatan

Ribuan peneliti AI mengingatkan pemerintah AS tentang risiko serius kecerdasan buatan dan pentingnya regulasi untuk mencegah dampak negatif di masa depan.

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Desain Baru dan Snapdragon 6 Gen 3

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Desain Baru dan Snapdragon 6 Gen 3

Samsung resmi meluncurkan Galaxy A27 5G di Indonesia pada Senin (13/7/2026), menghadirkan desain layar punch-hole baru, chipset Snapdragon 6 Gen 3, dan jaminan update software hingga enam tahun.

China Percepat Proyek Reaktor Fusi Nuklir untuk Capai Target Komersialisasi 2030

China Percepat Proyek Reaktor Fusi Nuklir untuk Capai Target Komersialisasi 2030

China terus mengakselerasi pengembangan reaktor fusi nuklir atau matahari buatan dengan target operasional komersial yang dipatok pada tahun 2030 mendatang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer