Program Penanganan Keluarga Berisiko Terganggu, Serapan Anggaran Dinas P2KB Minsel Jeblok

MANADOPOST.ID-- Pengelolaan program strategis kependudukan dan keluarga berencana di Kabupaten Minahasa Selatan terancam tidak berjalan maksimal. Pasalnya, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Minsel mencatatkan realisasi belanja terendah kedua di tingkat dinas, yakni hanya menyerap 52,17 persen atau senilai Rp2,36 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp4,54 miliar per 24 Oktober 2026.
Dengan sisa anggaran mencapai Rp2,17 miliar yang belum terserap, publik menyoroti efektivitas program-program prioritas seperti penyuluhan keluarga berencana, pembinaan ketahanan keluarga, hingga intervensi pencegahan stunting yang semestinya digenjot pada paruh kedua tahun anggaran.
Kepala Dinas P2KB Minsel Frely Turangan kepada Manado Post pun tak menampik angka serapan yang ada.
"Memang dibawah serapannya. Ini karena anggaran DAK, ada beberapa menu yang memang baru ditahun ini. Sehingga kami menyesuaikan dengan SK dan Juknis yang ada," ungkapnya.
Dia melanjutkan, pihaknya masih sementara menyesuaikan dan berkoordinasi dengan regulasi yang ada.
"Namun kami optimis sampai Desember nanti bisa terserap maksimal," tandasnya. (Asyer Rokot)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




