MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan semakin serius memperkuat kesejahteraan dan peran masyarakat lanjut usia. Lewat Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh yang digelar serentak di 17 kecamatan, serta pemberian bantuan sosial uang tunai, Bupati Franky Donny Wongkar, (FDW) menegaskan bahwa lansia harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar kelompok rentan.
Dalam kegiatan tersebut, FDW menyampaikan bahwa pengalaman, nilai hidup, dan kontribusi para lansia adalah modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan Minsel.
“Lansia bukan beban. Mereka adalah aset daerah. Memperkuat kapasitas dan kesejahteraan lansia adalah bentuk penghormatan sekaligus investasi sosial untuk generasi kita,” tegas Bupati.
Program 7 Dimensi Lansia Tangguh yang mencakup aspek kesehatan, kemandirian, partisipasi sosial, akses layanan, hingga lingkungan yang mendukung produktivitas, dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.
Selain sosialisasi, Pemkab Minsel juga memastikan dukungan nyata melalui penyaluran bantuan sosial uang tunai, sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan harian para lansia.
FDW turut mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, hingga organisasi masyarakat agar memperkuat kolaborasi untuk memastikan program kesejahteraan lansia berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menegaskan komitmen kami untuk menghadirkan program yang strategis, humanis, dan inklusif, agar setiap lansia di Minsel dapat hidup lebih sehat, bermartabat, dan terus berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan," kuncinya. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot