Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

31 Ribu Kecelakaan di Jateng Sepanjang 2024, 4.190 Orang Meninggal

F
Penulis: Fandy Gerungan❯
Photo
Photo

MANADOPOST.ID--Saat kita berbicara tentang pembangunan dan mobilitas, kita tidak bisa lepas dari kenyataan pahit bahwa keselamatan di jalan raya masih menjadi persoalan serius. Data dari Polda Jawa Tengah sepanjang tahun 2024 mencatat fakta mencengangkan: sebanyak 31.444 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah ini.


Advertisement

Bukan hanya soal kendaraan yang bertabrakan, angka ini adalah potret nyata tentang ribuan cerita kehilangan, luka, dan kerugian yang dirasakan masyarakat setiap harinya.

Dari ribuan kecelakaan tersebut, tercatat: 4.190 orang meninggal dunia, 60 orang mengalami luka berat, 37.230 orang mengalami luka ringan. Dan total kerugian material mencapai Rp37,37 miliar.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka, ada keluarga yang kehilangan, ada tubuh yang cacat, dan ada kehidupan yang berubah drastis hanya dalam hitungan detik di jalan raya.

Advertisement

Kabupaten Banyumas mencatat jumlah kecelakaan tertinggi dengan 1.841 kasus, disusul oleh Karanganyar (1.921 kasus) dan Sukoharjo (1.514 kasus). Artinya, ratusan hingga ribuan peristiwa tabrakan terjadi hampir setiap hari di daerah-daerah ini.

Namun, menariknya, daerah dengan kasus tinggi bukan berarti selalu menjadi yang paling mematikan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran berlalu lintas dan kualitas penanganan pasca-kecelakaan juga sangat memengaruhi hasil akhirnya.

Cilacap mencatat korban meninggal terbanyak dengan 222 jiwa, diikuti oleh Kebumen (140 jiwa) dan Boyolali (131 jiwa). Di sini kita bisa melihat bahwa meski jumlah kecelakaan di suatu daerah tidak sebesar lainnya, dampaknya bisa lebih fatal. Faktor seperti kondisi jalan, kecepatan, ketersediaan lampu lalu lintas, serta kesiapan evakuasi bisa memengaruhi nyawa seseorang.

Advertisement

Di sisi lain, Sragen mencatat nilai kerugian tertinggi mencapai Rp2,96 miliar, diikuti Batang (Rp2,52 miliar) dan Karanganyar (Rp2,78 miliar). Ini bisa menunjukkan bahwa di daerah-daerah ini kecelakaan seringkali melibatkan kendaraan besar, atau terjadi di area vital seperti pasar, pabrik, atau jalan utama yang padat.

Kerugian ini mencakup kerusakan kendaraan, fasilitas umum, infrastruktur, hingga biaya medis dan asuransi. Bahkan kadang, nilai materi tidak cukup menggambarkan beban psikologis dan sosial yang harus ditanggung korban dan keluarganya.

Di kategori kota, Semarang menjadi daerah paling berisiko dengan 420 kecelakaan, 28 korban jiwa, dan kerugian material lebih dari Rp1,2 miliar. Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, padatnya lalu lintas serta volume kendaraan yang tinggi menjadikan Semarang sebagai titik rawan yang patut diawasi ketat.

Beberapa kabupaten/kota tercatat memiliki jumlah kecelakaan lebih rendah, seperti Pekalongan Kabupaten (257 kasus), Temanggung (529 kasus), dan Pekalongan Kota (138 kasus).

Tapi sekali lagi, rendahnya angka tidak menjamin keselamatan mutlak. Bahkan dalam 257 kecelakaan di Pekalongan Kabupaten, terdapat 53 orang meninggal ini berarti satu dari lima kecelakaan di sana berujung kematian.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Beberapa faktor yang diyakini berkontribusi besar antara lain: Kecepatan berlebih dan tidak tertib lalu lintas, Penggunaan ponsel saat berkendara.

Kurangnya kesadaran penggunaan helm dan sabuk pengaman, Minimnya rambu serta penerangan jalan di malam hari, Kurangnya pendidikan lalu lintas di usia muda.

Sebagian besar kecelakaan sebenarnya dapat dicegah jika ada kepedulian bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan polisi lalu lintas masyarakat juga harus mengubah budaya berkendara menjadi lebih tertib dan sadar risiko.

Kecelakaan lalu lintas bukan hanya soal takdir, tapi soal tanggung jawab. Data dari tahun 2024 ini harusnya menjadi alarm bagi semua pihak pemerintah, pengendara, pendidik, dan masyarakat luas.

Kita tidak bisa lagi bersikap masa bodoh. Karena di jalan raya, satu detik bisa jadi pemisah antara hidup dan mati. Ayo ubah cara pandang kita tentang keselamatan. Jadikan angka ini sebagai bahan evaluasi dan dorongan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih manusiawi dan beradab. (*)

Advertisement
Editor : Clavel Lukas
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kisah Heroik Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono Sigap Bantu Korban Laka Lantas

Kisah Heroik Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono Sigap Bantu Korban Laka Lantas

Brigjen Pol Awi Setiyono langsung menghentikan kendaraan yang ditumpanginya untuk memastikan kondisi korban serta mengoordinasikan langkah-langkah pertolongan di lokasi kejadian. Tindakan cepat tersebut dilakukan guna me

Kecelakaan Beruntun di Wangurer: Truk Tronton Menabrak Mobil Dinas Asisten II Pemkot Bitung dan Sejumlah Kendaraan

Kecelakaan Beruntun di Wangurer: Truk Tronton Menabrak Mobil Dinas Asisten II Pemkot Bitung dan Sejumlah Kendaraan

Tiga unit mobil mengalami kerusakan berat dan dua sepeda motor terjepit di bawah kolong truk. Seluruh pengendara dilaporkan selamat.

Pengemudi Alami Microsleep, Mobil Tabrak Pembatas Jalan di Gerbang Tol Sentul

Pengemudi Alami Microsleep, Mobil Tabrak Pembatas Jalan di Gerbang Tol Sentul

Seorang pengemudi mengalami kecelakaan tunggal di Gerbang Tol Sentul setelah diduga mengalami microsleep saat berkendara. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan pada pembatas jalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer