Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Bitung Makin Boros? Ini Data Belanja Rata-rata dari BPS

P
Penulis: Pratama Karamoy❯
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kebutuhan hidup warga Kota Bitung kian meningkat pada tahun 2024. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang termuat dalam publikasi Kota Bitung Dalam Angka 2025 memperlihatkan adanya kenaikan signifikan pada rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibandingkan tahun sebelumnya.

Photo
Photo

Pada tahun 2023, setiap penduduk Bitung rata-rata mengeluarkan Rp1.385.559 per bulan. Angka ini melonjak menjadi Rp1.568.911 pada tahun 2024. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya aktivitas konsumsi masyarakat, baik untuk kebutuhan makanan maupun non-makanan.


Advertisement

 

Makanan Masih Jadi Pengeluaran Utama

Kelompok makanan masih mendominasi pengeluaran warga Bitung dengan nilai total mencapai Rp777.713 per kapita per bulan pada 2024, naik dari Rp715.759 pada 2023. Yang menarik, kenaikan terbesar terlihat pada kategori makanan dan minuman jadi, dari Rp232.888 menjadi Rp245.785. Kategori ini menandakan tingginya ketergantungan masyarakat pada makanan siap saji dan olahan.

 

Buah-buahan juga mencatat lonjakan yang cukup mencolok dari Rp26.975 menjadi Rp49.542, menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi makanan sehat. Sementara itu, pengeluaran untuk ikan, udang, cumi, dan hasil laut lainnya juga naik dari Rp77.952 menjadi Rp83.218, mempertegas posisi sektor perikanan sebagai andalan konsumsi warga pesisir. Namun, ada juga beberapa kelompok yang mengalami penurunan. Misalnya, daging turun dari Rp25.336 menjadi Rp22.994, serta minyak dan kelapa dari Rp23.346 menjadi Rp19.006.

Advertisement

 

Konsumsi Rokok

Salah satu sorotan dari data ini adalah lonjakan besar pada pengeluaran untuk rokok. Tahun 2024 mencatat angka Rp100.336 per kapita per bulan, naik drastis dari Rp70.063 pada 2023. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa konsumsi rokok masih sangat tinggi di kalangan masyarakat Bitung, meski harga dan kampanye kesehatan terus meningkat.

 

Advertisement

 

Non-Makanan Juga Naik, Perumahan Jadi Pendorong

Sementara itu, kelompok pengeluaran non-makanan juga mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp669.800 pada 2023 menjadi Rp791.198 pada 2024. Peningkatan terbesar berasal dari pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga yang naik dari Rp339.945 menjadi Rp383.246.

 

Kategori pakaian, alas kaki, dan tutup kepala juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi dari Rp34.484 menjadi Rp46.106, menggambarkan peningkatan kebutuhan gaya hidup dan penampilan. Selain itu, pengeluaran untuk barang tahan lama melonjak dari Rp46.393 menjadi Rp73.057, menandakan peningkatan pembelian barang bernilai jangka panjang seperti peralatan rumah tangga atau elektronik.

 

Potret Daya Beli yang Bergerak Naik

Secara keseluruhan, peningkatan pengeluaran ini menjadi gambaran positif mengenai pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bitung. Meski demikian, kenaikan konsumsi rokok dan makanan jadi perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pola hidup sehat. Kota Bitung, sebagai kawasan industri dan pelabuhan utama di Sulawesi Utara, tampak menunjukkan daya beli yang semakin kuat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi lokal dan sektor jasa.(pr)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PLN UIP Sulawesi Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

PLN UIP Sulawesi Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

PLN UIP Sulawesi Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Gorontalo Panen Emas, Ekonomi Melesat 7,68 Persen, Saatnya Sulut Optimalkan Tambang

Gorontalo Panen Emas, Ekonomi Melesat 7,68 Persen, Saatnya Sulut Optimalkan Tambang

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada Semester I 2026 menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS)

Kelas Menengah Bawah Masih Mendominasi Aktivitas Belanja di Pusat Perbelanjaan

Kelas Menengah Bawah Masih Mendominasi Aktivitas Belanja di Pusat Perbelanjaan

Kelas menengah bawah masih mendominasi aktivitas belanja di pusat perbelanjaan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer