Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Temukan Titik Rawan Gempa Megathrust di Asia Tenggara.

A
Penulis: Amelia Beatrix❯

Ilustrasi
Ilustrasi


Advertisement

MANADOPOST.ID — Ilmuwan seismologi mengungkap temuan terbaru terkait potensi gempa megathrust di Asia Tenggara. Riset mutakhir menunjukkan bahwa tarikan lempeng tektonik di bawah Pulau Jawa berperan besar dalam menentukan lokasi gempa bumi paling dahsyat di zona megathrust Sunda, salah satu patahan raksasa paling berbahaya di dunia.

Studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Monash University mengungkap bahwa proses subduksi lempeng di kedalaman bumi menciptakan tekanan besar yang dapat memicu gempa megathrust berkekuatan tinggi. Penelitian ini memanfaatkan simulasi superkomputer tiga dimensi untuk memetakan dinamika lempeng di bawah kawasan Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempeng tektonik yang menghujam jauh di bawah Pulau Jawa menciptakan aliran mantel dan tekanan kuat yang terdorong ke arah utara. Tekanan tersebut menjalar hingga ke wilayah Sumatra dan Kepulauan Andaman, menjadikan kawasan itu berpotensi mengalami gempa bumi paling kuat di dunia.

Advertisement

Zona megathrust Sunda sendiri pernah memicu bencana besar, salah satunya gempa dan tsunami Sumatra–Andaman pada 2004 dengan kekuatan 9,3 magnitudo momen (Mw), yang menewaskan ratusan ribu orang.

Selama ini, para ilmuwan belum memahami secara pasti mengapa gempa-gempa terbesar justru terjadi di segmen utara zona Sunda, meskipun lempeng yang menghujam di wilayah tersebut relatif lebih muda dan secara teori lebih lemah.

Peneliti utama studi ini, Dr. Thyagarajulu Gollapalli dari School of Earth, Atmosphere and Environment, Monash University, mengatakan bahwa temuan ini menantang asumsi lama dalam ilmu kebumian.

Advertisement

“Kami menemukan bahwa tarikan masif lempeng Jawa di kedalaman bumi bertindak seperti jangkar raksasa yang menyeret lempeng di sekitarnya dan meningkatkan tekanan tektonik hingga ratusan kilometer jauhnya,” ujar Dr. Gollapalli.

Menurutnya, tekanan dari kedalaman bumi inilah yang menjelaskan mengapa wilayah utara Sumatra mengalami akumulasi tekanan terbesar dan gempa paling kuat, meskipun kondisi lempeng lokal di sana tidak cukup kuat untuk menjelaskannya secara mandiri.

Menariknya, penelitian ini juga mengungkap bahwa zona megathrust di selatan Jawa justru dapat berperan sebagai “penghalang” gempa besar. Tekanan yang sangat kuat di wilayah tersebut membuat lempeng saling menekan erat, sehingga kemungkinan terjadinya patahan raksasa menjadi lebih kecil.

Penulis senior studi ini, Profesor Fabio Capitanio, menyebut penelitian tersebut sebagai terobosan penting dalam pemahaman risiko seismik.

“Untuk pertama kalinya, kami berhasil menghubungkan proses subduksi di kedalaman bumi dengan lokasi spesifik terjadinya gempa besar di permukaan,” kata Prof. Capitanio.

Ia menambahkan, model yang dikembangkan menunjukkan bahwa proses yang terjadi hingga 600 kilometer di bawah Pulau Jawa dapat menentukan lokasi bencana di permukaan bumi, sekaligus mengidentifikasi wilayah yang relatif lebih aman.

Para peneliti menilai temuan ini akan membantu meningkatkan akurasi pemodelan risiko gempa di Asia Tenggara, kawasan yang dihuni lebih dari 300 juta penduduk dan berada di sekitar zona megathrust Sunda.

Hasil riset ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications dengan judul “Bridging the gap between subduction dynamics and the long-term strength of the Sunda megathrust”.(ame)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Indonesia-Australia Butuh Tenaga Kerja Terampil, IA-CEPA Dibedah

Indonesia-Australia Butuh Tenaga Kerja Terampil, IA-CEPA Dibedah

Monash University menggelar Australia Update 2026 untuk mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja dan optimalisasi kerja sama IA-CEPA.

Penonton LIVE Naik 90 Persen, Brand Lokal Indonesia Mulai Panen Pasar Regional

Penonton LIVE Naik 90 Persen, Brand Lokal Indonesia Mulai Panen Pasar Regional

Program #LokalMendunia dorong brand Indonesia ekspansi ke Asia Tenggara, penjualan LIVE naik hingga 50 kali lipat.

Epson International Pano Awards 2026 Resmi Dibuka, Fotografer Asia Tenggara Siap Unjuk Karya

Epson International Pano Awards 2026 Resmi Dibuka, Fotografer Asia Tenggara Siap Unjuk Karya

Epson International Pano Awards 2026 kembali dibuka dengan kategori baru Aerial dan total hadiah lebih dari US$50 ribu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer