Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BGN Akan Uji Dampak Program Makan Bergizi Gratis lewat Tes Fisik dan Kecerdasan

J
Penulis: Jasinta Bolang❯

Badan Gizi Nasional
Badan Gizi Nasional

MANADOPOST.ID -
Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah para penerima manfaat mengonsumsinya selama satu tahun. Evaluasi tersebut akan menitikberatkan pada indikator pertumbuhan fisik serta perkembangan kecerdasan anak.


Advertisement

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan pengukuran akan dilakukan secara objektif dengan melibatkan lembaga independen. Langkah ini diambil untuk memastikan dampak program dapat diukur secara ilmiah dan akuntabel.

“Indikator keberhasilan program ini mencakup pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Penilaiannya akan dilakukan oleh lembaga independen agar hasilnya objektif,” ujar Dadan.

Menurut Dadan, peningkatan kualitas gizi memiliki peran penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Ia mencontohkan pengalaman Jepang, di mana peningkatan tinggi badan antargenerasi bukan semata-mata dipengaruhi faktor genetik, melainkan kualitas asupan gizi yang konsisten sejak usia dini.

Advertisement

“Di Jepang, tinggi badan generasi sekarang meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya karena perbaikan gizi. Indonesia diharapkan bisa merasakan dampak serupa melalui program MBG,” jelasnya.

Selain pertumbuhan fisik, BGN juga akan menilai perkembangan otak penerima manfaat. Pengukuran tersebut mencakup tes kecerdasan, termasuk tes IQ, yang bertujuan melihat pengaruh asupan gizi terhadap kemampuan kognitif anak.

Rencana evaluasi ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang sebelumnya menekankan pentingnya perbandingan kondisi anak sebelum dan sesudah menerima manfaat program MBG. Menurutnya, evaluasi berbasis data diperlukan agar kebijakan pangan dan gizi dapat terus disempurnakan.

Advertisement

“Harus ada pembanding yang jelas, baik kondisi fisik maupun perkembangan anak sebelum dan setelah menerima program,” kata Zulkifli Hasan dalam kesempatan terpisah.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 dan telah berjalan lebih dari satu tahun. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Pemerintah menargetkan jumlah penerima MBG terus meningkat secara bertahap. Pada sepanjang tahun 2026, jumlah penerima ditargetkan mencapai 82,9 juta orang, seiring dengan perluasan cakupan program dan penguatan infrastruktur distribusi pangan bergizi.

BGN berharap hasil evaluasi nantinya dapat menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program, sekaligus memperkuat argumentasi bahwa investasi gizi sejak dini merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DBD Ancam Anak Sepanjang Tahun, Dokter Ingatkan Orangtua Tetap Waspada

DBD Ancam Anak Sepanjang Tahun, Dokter Ingatkan Orangtua Tetap Waspada

DBD kini mengancam anak sepanjang tahun. Dokter mengingatkan orangtua untuk tetap waspada, mengenali gejala, dan menjaga lingkungan agar bebas nyamuk.

Anak Tumbuh Cepat Tinggi Belum Tentu Sehat dan Waspadai Pubertas Dini

Anak Tumbuh Cepat Tinggi Belum Tentu Sehat dan Waspadai Pubertas Dini

Waspadai risiko pubertas dini pada anak yang mengalami lonjakan tinggi badan cepat namun belum tentu mencerminkan kondisi tubuh yang sehat.

Waspada Kebiasaan Anak Langsung Main atau Tidur Selepas Makan yang Picu GERD

Waspada Kebiasaan Anak Langsung Main atau Tidur Selepas Makan yang Picu GERD

Jangan biarkan anak langsung bermain atau tidur setelah makan karena kebiasaan tersebut dapat memicu naiknya asam lambung atau GERD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer