Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Utara (Sulut) menilai ajang tersebut sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali tradisi panjang prestasi tinju daerah, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung petinju nasional.
Ketua KONI Sulut Brigjen TNI (purn) Jerry Waleleng, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para penggagas kegiatan.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki sejarah kuat dalam melahirkan petinju berprestasi di level nasional hingga internasional. Karena itu, event seperti Boxing on the Street dinilai sangat strategis untuk membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru.
“Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli dan mendukung perkembangan olahraga tinju. Kita ingin muncul bibit-bibit baru yang kelak bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, ajang tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi atlet junior dan remaja untuk mengasah kemampuan, tetapi juga sarana meningkatkan animo publik terhadap olahraga tinju.
Ke depan, program Boxing on the Street direncanakan akan digelar secara berkelanjutan melalui roadshow ke sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Tahap awal dimulai di Kota Manado, lalu berlanjut ke daerah-daerah lain dengan menggandeng KONI kabupaten/kota serta pemerintah daerah setempat.
“Sinergi dengan KONI daerah dan pemerintah kabupaten/kota penting agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan mencapai tujuan pembinaan atlet secara maksimal,” tambahnya.
Panitia menargetkan kegiatan ini bisa rutin digelar setiap tiga bulan. Dengan pola pembinaan yang konsisten, diharapkan akan tumbuh sasana-sasana baru serta regenerasi petinju yang mampu mengembalikan kejayaan Sulawesi Utara sebagai salah satu barometer tinju nasional.
Melalui Boxing on the Street, optimisme itu kembali menguat: Sulawesi Utara siap menatap era baru dan kembali menjadi penyumbang petinju terbaik bagi Indonesia.(gnr)
Editor : Grand Regar