Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditjenpas Sulut Totalitas Sukseskan Program Presiden Prabowo, Lapas Sulut Mulai Mandiri Pangan

B
Penulis: Baladewa Setlight❯
MAKSIMAL: Kakanwil Ditjenpas Sulut Haposan Silalahi bersama jajaran saat mengakselerasi program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan.
MAKSIMAL: Kakanwil Ditjenpas Sulut Haposan Silalahi bersama jajaran saat mengakselerasi program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan.

Advertisement

MANADOPOST.ID - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara (Sulut) terus mempertegas komitmennya dalam mengakselerasi program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui transformasi lembaga pemasyarakatan menjadi pusat pembinaan produktif berbasis agribisnis yang tidak hanya menopang kebutuhan pangan internal, tetapi juga mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing.

Langkah konkret tersebut ditandai dengan peresmian peternakan 500 ekor ayam petelur, pelepasan 1.500 bibit ikan nila, serta panen berbagai komoditas hortikultura di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang, Senin (3/8/2026).

Advertisement

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Media Gathering bersama insan pers itu dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulut Haposan Silalahi, sebagai bentuk implementasi nyata Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Haposan menegaskan bahwa pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pembinaan di balik tembok penjara, melainkan menjadi ruang produktif yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

"Program pembinaan kemandirian yang kami jalankan di Lapas Amurang berfokus pada sektor ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur, budidaya ikan nila, dan pertanian hortikultura. Ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional," ujar Haposan.

Advertisement

Menurutnya, hasil produksi dari peternakan dan budidaya perikanan tersebut akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan (bama) warga binaan di lingkungan Lapas.

Setelah kebutuhan internal terpenuhi, hasil produksi selanjutnya akan dipasarkan kepada masyarakat sehingga mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung produktivitas lembaga pemasyarakatan.

"Hasil dari peternakan dan budidaya ikan ini nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan internal Lapas sebelum dipasarkan secara lebih luas. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi," jelasnya.

Lebih jauh, Haposan memastikan warga binaan yang terlibat aktif dalam kegiatan produksi akan memperoleh premi atau insentif sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan hasil kerja mereka selama mengikuti program pembinaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Petugas Lapas Bitung Gagalkan Upaya Selundupkan 240 Butir Trihex

Petugas Lapas Bitung Gagalkan Upaya Selundupkan 240 Butir Trihex

Upaya penyelundupan obat keras jenis Trihexyphenidyl (Trihex) ke dalam Lapas Kelas IIB Bitung berhasil digagalkan berkat kejelian dan ketelitian petugas pengamanan saat melakukan pemeriksaan di area portir, Selasa

Haposan Silalahi Ultimatum Sipir dan Kalapas di Sulut: Main HP, Narkoba, Siap Dipecat hingga Dipidana

Haposan Silalahi Ultimatum Sipir dan Kalapas di Sulut: Main HP, Narkoba, Siap Dipecat hingga Dipidana

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara (Sulut), Haposan Silalahi, melontarkan peringatan paling keras kepada seluruh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Kepala Rutan

Universitas Republik Indonesia: Ambisi Pendidikan atau Bayang-Bayang Kepentingan?

Universitas Republik Indonesia: Ambisi Pendidikan atau Bayang-Bayang Kepentingan?

Universitas Republik Indonesia disorot soal tujuan, tata kelola, kebebasan akademik, efisiensi anggaran, dan potensi kepentingan kekuasaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer