Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Akhir Tahun, Satker OP BWSS I Fokus Optimalisasi SDA Atasi Kekeringan dan Pembersihan Danau Tondano

Desmi Babo • Jumat, 3 November 2023 | 11:44 WIB

Iskandar Rahim
Iskandar Rahim
MANADOPOS.ID- Di penghujung Tahun 2023, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP-SDA) Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal fokus dalam penanganan pemeliharaan Danau Tondano serta mengoptimalkan sumber daya air dalam mengatasi kekeringan sebagai efek fenomena iklim El Nino.

Menurut Kepala BWSS I, I Komang Sudana melalui Kepala Satker OP-SDA Iskandar Rahim, bahwa efek El Nino telah menyebabkan lonjakan suhu dan menurunnya curah hujan secara drastis. Hal ini pun menyebabkan musim kemarau lebih panas dan beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Utara kian mengalami kekeringan.

“Dampak El Nino ini menyebabkan beberapa daerah di Sulut mengalami kekeringan. Untuk itu, yang kami eksis lakukan saat ini yaitu mengidentifikasi titik-itik yang mengalami bencana kekeringan,” ungkap Iskandar.

Untuk mengatasi dampak kekeringan tersebut, Iskandar pun menyebutkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melaksanakan survei. Sehingga dari survei yang dilakukan, BWSS I akan mendata wilayah terdampak serta sumber air yang direkomendasikan untuk digunakan dalam mengatasi dampak kekeringan.

“Saya sudah utus teman-teman di OP untuk survei ke lapangan, ada lima tim yang turun di 15 kabupaten kota. Kita bukan hanya survei wilayah kekeringan tapi kita juga survei nanti sumber air yang akan diambil untuk memenuhi kekeringan di area itu, sehingga dampak kekeringan dapat diatasi. Dari hasil survei tersebut, baru ada langkah yang direkomendasikan untuk mengatasi kekeringan. Apakah pompanya rusak, kita akan perbaiki pompanya. Ataukah kita akan membuat sumur bor baru atau kita buatkan jaringan baru, misalnya kita memompa air dari sungai. Jadi kita lihat dulu potensi airnya,” urai Iskandar.

Selain mengatasi dampak kekeringan, Iskandar pun menyebutkan bahwa fokus kegiatan OP-SDA di akhir tahun yaitu pengangkatan eceng gondok.

“Saat ini kita sementara penyelesaian untuk kegiatan pengangkatan eceng gondok di Danau Tondano. Pengangkatan eceng gondok dilaksanakan swadaya dengan kuota yang diangkat itu kurang lebih 25 kubik eceng gondok. Ini tidak ada ada sedimen, murni eceng gondok yang diangkat,” papar Iskandar.

Diketahui pada Tahun 2021, Kementerian PUPR bekerjasama dengan TNI-AD Kodam XIII/Merdeka telah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan Danau Tondano, dengan pengangkatan eceng gondok pada luasan 230 hektar. Setelah itu, masih ada sekira 70-an hektar sisa eceng gondok di Danau Tondano yang perlu diangkat. Sehingga dari evaluasi yang dilakukan, maka dibutuhkan tindakan berikutnya yang berkelanjutan untuk benar-benar mengangkat eceng gondok secara keseluruhan hingga tuntas. (des)

Editor : Tanya Rompas
#kekeringan #Danau Tondano