MANADOPOST.ID—Banjir dan tanah longsor di sejumlah lokasi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung turut memantik perhatian sejumlah pihak. Turut berkolaborasi dengan pemerintah untuk melakukan penanggulangan bencana, Minggu (7/4/2024).
Salah satunya dilakukan PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Diketahui, dua daerah itu masuk di wilayah eksplorasi perusahaan pertambangan tersebut.
Direktur Utama (Dirut) PT MSM/TTN David Sompie mengungkapan beberapa hal. Sekaligus mengonfirmasi berbagai tudingan miring terkait penyebab terjadinya bencana.
Di antaranya persoalan utama terjadinya banjir dan longsor di daerah Bitung dan Minut, karena intensitas curah hujan ekstrim.
Selain terjadi banjir dan longsor di beberapa lokasi, juga merusak fasilitas-fasilitas tambang yang ada di area operasional pertambangan PT MSM/PT TTN.
Dia mengungkapkan, banyak wilayah di Bitung dan Minut yang mengalami banjir dan longsor sekalipun tidak ada pertambangan dan jauh dari area operasional PT MSM/PT TTN. Di lokasi-lokasi tersebut turut mengalami kerusakan yang parah, sebagai dampak tingginya curah hujan sepanjang dua hari belakangan ini.
Sekalipun perusahaan juga mengalami kerusakan pada sejumlah area tambang, namun demikian PT MSM/PT TTN akan berupaya maksimal bersama pemerintah mengatasi bencana banjir dan longsor ini.
“Tim penanggulan bencana perusahaan sudah mulai bekerja membantu area-area terdampak, termasuk Tim Peduli Bencana PT MSM/PTTTN, sejak pagi sudah membuka dapur umum dan membagikan makanan kepada warga,” tandasnya. (jen)
Editor : Jendry Dahar