
MANADOPOST.ID – Bagi Tonny Putra Jovi Mandak, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial setiap 28 Oktober.
Momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk berani bertindak, menyuarakan aspirasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tonny menilai perjuangan pemuda di era modern diwujudkan melalui komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kampung-kampung dan pulau-pulau terluar.
"Sebagai bagian dari generasi muda yang dipercaya mengemban amanah rakyat, Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua bahwa perubahan tidak datang dari kepasrahan. Pemuda Sangihe harus menjadi garda terdepan yang berani membawa aspirasi dari kampung-kampung, suara rakyat di pulau-pulau terluar, agar tidak hilang di tengah kebisingan politik," ujar Tonny Mandak, Rabu (28/10/26).
Perjalanan Tonny menuju kursi legislatif tidak terlepas dari pengalamannya di tingkat kampung. Sebelum menjadi anggota DPRD, pria kelahiran Tahuna, 17 November 1995, ini pernah menjabat sebagai Sekretaris MTK (Majelis Tua-Tua Kampung) di Kampung Mohong Sawang, Kecamatan Kendahe.
Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal langsung persoalan masyarakat, mulai dari perencanaan pembangunan hingga penyerapan aspirasi warga.
"Syukur kepada Tuhan, masyarakat mempercayakan saya dan terpilih menjadi wakil mereka di DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe," ucap Tonny Mandak.
Kini, sebagai anggota Komisi II DPRD Sangihe yang juga aktif dalam pelayanan pemuda Sinode GMIST, Tonny menyadari bahwa menjadi wakil rakyat merupakan amanah yang menuntut kemauan untuk terus belajar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperjuangkan aspirasi rakyat, karena diam tidak akan membawa perubahan. Jika kita ingin Sangihe menjadi lebih baik, kita harus berani bersuara, bergerak dan terus belajar," tuturnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Tonny mengakui terdapat suka dan duka, mulai dari kesempatan memperjuangkan program masyarakat hingga menghadapi keterbatasan anggaran dan dinamika politik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




