Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sektor Pertanian dan Perkebunan Sumbang 46 Persen PDRB Talaud

R
Penulis: Ridel Palar❯

Dirman Gumolung
Dirman Gumolung
MANADOPOST.ID — Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi indikator utama dalam melihat kinerja ekonomi suatu daerah. Di Kabupaten Kepulauan Talaud, sektor pertanian dan perkebunan tercatat sebagai penyumbang terbesar PDRB, yakni mencapai sekitar 46 persen.


Advertisement

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Talaud, Dirman Gumolung.

"Yang menjadi penyumbang PDRB di Kabupaten Kepulauan Talaud, kurang lebih 46 persen berasal dari sektor pertanian dan perkebunan," ujar Gumolung beberapa waktu lalu.

PDRB sendiri merupakan nilai total produksi barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam suatu wilayah geografis selama periode tertentu biasanya satu tahun. Angka ini menjadi cerminan kekuatan ekonomi lokal, serta dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah.

Advertisement

Menurut Gumolung, dominasi sektor pertanian dan perkebunan dalam struktur ekonomi Talaud mencerminkan potensi alam dan sumber daya manusia yang selama ini bertumpu pada sektor primer tersebut.

PDRB dapat dihitung menggunakan tiga pendekatan utama seperti

Pendekatan Produksi: Menghitung jumlah nilai tambah dari seluruh unit produksi di wilayah tersebut.

Advertisement

Pendekatan Pengeluaran: Menjumlahkan seluruh pengeluaran akhir, seperti konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, ekspor, dan impor.

Pendekatan Pendapatan: Menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor produksi, seperti upah, sewa, bunga, dan keuntungan.

Selain itu, PDRB dihitung dalam dua bentuk:
Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), yang menggunakan harga pasar saat ini;

Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), yang menggunakan harga pada tahun dasar untuk mengukur pertumbuhan ekonomi riil dari waktu ke waktu.

Data PDRB berperan penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah, karena memberikan gambaran tentang sektor-sektor ekonomi unggulan serta membantu menentukan arah kebijakan pembangunan yang berbasis potensi lokal.

“Dengan data ini, pemerintah bisa menyusun strategi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutup Gumolung.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud diharapkan terus mendorong diversifikasi ekonomi, sambil tetap memperkuat sektor unggulan seperti pertanian dan perkebunan yang telah terbukti menjadi tulang punggung PDRB daerah. (del)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Prabowo Apresiasi Mentan Amran di Sidang Tahunan MPR, Swasembada Pangan Tercapai Hanya Setahun

Prabowo Apresiasi Mentan Amran di Sidang Tahunan MPR, Swasembada Pangan Tercapai Hanya Setahun

Presiden Prabowo menilai capaian pangan Indonesia merupakan hasil kerja bersama yang digerakkan Kementerian Pertanian dengan dukungan penyul

Kementan Kawal Produksi Pangan, BPS Catat Luas Panen Padi Januari–September Meningkat

Kementan Kawal Produksi Pangan, BPS Catat Luas Panen Padi Januari–September Meningkat

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan proyeksi tersebut menunjukkan produksi beras nasional masih berada pada tren yang positif.

Mentan Amran Sebut Kerugian Capai Rp98 Triliun, Minta Pelaku Penipuan Mutu Beras Dihukum Seberat-Beratnya

Mentan Amran Sebut Kerugian Capai Rp98 Triliun, Minta Pelaku Penipuan Mutu Beras Dihukum Seberat-Beratnya

Mentan Amran memaparkan hasil analisa subsidi beras pemerintah. Rantai pasok beras dikuasai pengusaha besar atau konglomerat. Konglomerat memanfaatkan subsidi pemerintah untuk kegiatan komersial hingga 40 persen, dan men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer