Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MTPJ GMIM 4–10 Oktober 2026, 2 Tawarikh 19:4-11

C
Penulis: Clavel Lukas❯
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Advertisement

TEMA BULANAN:

“Memilih, dan Menerima Pilihan Dengan Iman Serta Diperlengkapi Untuk Menjalankan Tugas Pelayanan Yang Berintegritas”

TEMA MINGGUAN:

Advertisement

“Bertindaklah Dengan Seksama Karena Berlaku Curang Memihak Atau Menerima Suap Tidak Ada Pada Tuhan Allah Kita”

Bacaan: 2 Tawarikh 19:4-11

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Advertisement

Bulan Oktober 2026 menjadi masa persiapan, perenungan dan pemantapan diri bagi warga GMIM dalam menentukan arah pelayanan periode 2027-2031. Momen ini ditandai dengan Pemilihan Calon Diaken dan Penatua, Pemilihan Calon Kompelka BIPRA, serta Pengurus Kelompok Pelayanan Lanjut Usia. Panitia dan setiap pihak yang dipercayakan melaksanakan proses pemilihan wajib berlandaskan firman Tuhan Allah dan aturan yang berlaku dengan menjunjung tinggi kejujuran, tidak berlaku curang, tidak memihak dan menolak imbalan dalam bentuk apa pun. Demikian pula bagi para pemilih dan calon terpilih, seluruh tahapan harus dijalani dengan cara yang benar sesuai kehendak Yesus Kristus kepala Gereja.

Pemilihan pelayan gereja memiliki tujuan yang berbanding terbalik dengan kepemimpinan dunia. Pelayanan gereja harus steril dari campur tangan duniawi agar bebas dari infiltrasi agenda tertentu, termasuk politik praktis. Pemilihan gerejawi wajib dijauhkan dari isu-isu primordialis (suku, ras, budaya), kedudukan, pendidikan, maupun kekayaan harta. Karakter utama seorang pelayan gereja adalah kehambaan, sebagaimana teladan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, pemilihan di seluruh aras harus berlangsung dalam hikmat dan rasa takut akan Tuhan Allah. Panitia, pemilih, calon yang akan dipilih, BPMJ/BPMW/BPMS, hingga para Pelayan Khusus dipanggil untuk mendasarkan seluruh proses ini pada rasa takut akan Tuhan Allah. Perenungan minggu ini dituntun oleh tema: “BERTINDAKLAH DENGAN SEKSAMA, KARENA BERLAKU CURANG, MEMIHAK, ATAU MENERIMA SUAP TIDAK ADA PADA TUHAN ALLAH KITA.” 

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Nama kitab Tawarikh dalam bahasa Ibrani adalah Dibrei Hayyamim. Secara harfiah, nama ini berarti “peristiwa hari-hari” atau “catatan sejarah.” Penulis memberi perhatian pada Bait Suci, para imamnya dan orang-orang Lewi. Sepertinya penulis adalah seorang imam atau orang Lewi yang melayani di Bait Suci. 2 Tawarikh ditulis dari perspektif seorang imam pada parohan kedua abad ke-5 sM ketika Bait Suci, keimaman dan perjanjian Daud kembali menjadi hal yang sangat penting. 2 Tawarikh berfokus pada Yehuda. Raja-raja Yehuda adalah keturunan Daud, dan suku yang terkemuka di antara orang-orang Yahudi yang kembali untuk membangun Yerusalem dan Bait Suci sebagai pusat penyembahan yang benar kepada Tuhan Allah.

Teks 2 Tawarikh 19:4-11 berisi kisah tentang Raja Yosafat yang melakukan reformasi dalam sistem peradilan di kerajaan Yehuda setelah ditegur oleh pelihat Yehu bin Hanani karena bersekutu dengan Raja Ahab dari Israel Utara yang membenci Tuhan Allah. Yehu mengungkapkan bahwa Yosafat pulang ke istananya di Yerusalem karena Tuhan Allah yang menyelamatkannya. Teguran ini menyadarkan Yosafat untuk bertobat dan menugaskan para hakim untuk menjalankan tugas mereka dengan takut akan Tuhan Allah serta menegakkan keadilan yang benar. 

Nama Yosafat artinya “Tuhan telah menghakimi” atau “Yahweh adalah hakim.” Ia menunjukkan keberanian untuk memperbaiki kesalahannya dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Sebagai raja, ia bukan hanya memperhatikan rakyat yang berdomisili di pusat kerajaan. Ia juga mengunjungi rakyatnya di daerah-daerah, bahkan yang berada di wilayah pegunungan (ayat 4). Sebagai raja yang mengasihi Tuhan Allah, ia mendorong rakyatnya untuk kembali kepada Tuhan Allah dan hidup benar menurut kehendak-Nya. Yosafat mengadakan reformasi dalam sistem peradilan, menempatkan hakim-hakim di setiap kota di Yehuda. Dia menyadari bahwa ia perlu rekan sekerja untuk menjalankan pemerintahan yang benar dan karenanya ia mengangkat hakim-hakim (ayat 5).

Yosafat memberikan instruksi bahwa mereka harus melakukan pekerjaan dengan mengingat bahwa mereka bekerja bagi Tuhan Allah, bukan bagi manusia. Sebab itu mereka harus mempertimbangkan dengan baik dan benar apa yang akan mereka perbuat, karena bukanlah untuk manusia mereka memutuskan hukum, melainkan untuk Tuhan Allah. Yosafat menegaskan agar mereka tidak boleh curang, memihak atau menerima suap, karena hal-hal itu tidak ada pada Tuhan Allah. Ia memberikan pesan kepada mereka untuk menjalankan tugas dengan takut akan Tuhan Allah dengan setia dan tulus hati, tanpa menerima suap. Ia menekankan tentang pentingnya integritas para hakim yang ia pilih (ayat 6-7). MTPJ Oktober-November 2026

Hal ini menunjukkan bahwa: Pertama, memutuskan hukum itu adalah untuk Tuhan Allah (for God) dan ada hadirat Tuhan Allah (with God). Tujuannya adalah melaksanakan penghakiman Tuhan Allah bukan penghakiman pemerintahan manusia. Kedua, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada Tuhan Allah karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita (ayat 7). Ini menunjukkan bahwa hakim harus adil dan tidak boleh menerima suap. Kebenaran seperti itu tidak datang dari aturan manusia, tapi berasal dari hati yang hormat dan takut akan Tuhan Allah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MTPJ GMIM 15–21 November 2026, Yakobus 2:1-13, Janganlah Iman Itu Kamu Amalkan Dengan Memandang Muka

MTPJ GMIM 15–21 November 2026, Yakobus 2:1-13, Janganlah Iman Itu Kamu Amalkan Dengan Memandang Muka

MTPJ GMIM 15–21 November 2026, Yakobus 2:1-13, Janganlah Iman Itu Kamu Amalkan Dengan Memandang Muka

MTPJ GMIM 8-14 November, Yehezkiel 34:1-16, Aku Akan Menggembalakan Mereka Sebagaimana Seharusnya

MTPJ GMIM 8-14 November, Yehezkiel 34:1-16, Aku Akan Menggembalakan Mereka Sebagaimana Seharusnya

MTPJ GMIM 8-14 November, Yehezkiel 34:1-16, Aku Akan Menggembalakan Mereka Sebagaimana Seharusnya

Renungan 2 Timotius 1:3–18, Peliharalah Harta Yang Indah Yang Telah Dipercayakan-Nya Kepada Kita

Renungan 2 Timotius 1:3–18, Peliharalah Harta Yang Indah Yang Telah Dipercayakan-Nya Kepada Kita

Renungan 2 Timotius 1:3–18, Peliharalah Harta Yang Indah Yang Telah Dipercayakan-Nya Kepada Kita

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer