Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Renungan 2 Tawarikh 19:4–11 Untuk W/KI

C
Penulis: Clavel Lukas❯
Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Advertisement

Bacaan: 2 Tawarikh 19:4–11
Tema: “Bertindaklah Dengan Seksama Karena Berlaku Curang, Memihak Atau Menerima Suap Tidak Ada Pada Tuhan Allah Kita”

Saudari-saudari W/KI GMIM yang dikasihi Tuhan, setiap hari kita mengambil keputusan. Ada keputusan yang sederhana, tetapi ada pula keputusan yang memengaruhi kehidupan orang lain. Sebagai perempuan kita dapat berada dalam berbagai peran: sebagai istri, ibu, oma, anak, pekerja, pemimpin, pengusaha, pelayan gereja, pengurus kelompok, sahabat, dan anggota masyarakat. Dalam setiap peran itu, kita tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan, tetapi juga hati yang mampu membedakan antara apa yang benar dan apa yang sekadar menguntungkan.

Ujian terhadap integritas sering kali datang ketika hubungan pribadi mulai terlibat. Sangat mudah mengatakan bahwa kita harus adil kepada semua orang, tetapi berbeda ketika yang melakukan kesalahan adalah anak sendiri, saudara sendiri, sahabat dekat atau seseorang yang selama ini banyak membantu kita. Sangat mudah mengatakan bahwa keputusan harus objektif, tetapi menjadi lebih sulit ketika ada hadiah, fasilitas, janji atau rasa sungkan yang ikut memengaruhi hati.

Advertisement

Karena itu keadilan bukan hanya persoalan hakim, pejabat atau pemimpin besar. Keadilan dimulai dari kehidupan sehari-hari. Ketika seorang ibu harus bersikap adil terhadap anak-anaknya, ketika seorang pengurus harus menentukan siapa yang mendapat kesempatan, ketika seorang pekerja harus memilih antara kejujuran dan keuntungan, ketika seorang perempuan menerima cerita mengenai orang lain lalu menentukan apakah cerita itu akan dijaga atau diteruskan, di situlah integritas sedang diuji.

Advertisement

Firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 19:4–11 membawa kita kepada masa pemerintahan Raja Yosafat. Ia sedang melakukan pembaruan di Yehuda. Ia membawa umat kembali kepada Tuhan, menata kehidupan hukum dan mengangkat hakim-hakim. Namun kepada mereka ia memberikan sebuah peringatan yang sangat kuat: mereka tidak menghakimi hanya untuk manusia, tetapi untuk Tuhan. Karena itu mereka harus takut akan Tuhan dan bertindak dengan seksama, sebab pada Tuhan tidak ada kecurangan, keberpihakan yang tidak benar maupun penerimaan suap.

Inilah dasar tema kita. Standar kehidupan orang percaya bukan hanya apa yang dianggap biasa oleh masyarakat, tetapi karakter Allah yang kita sembah. Karena Allah benar, kita dipanggil hidup dalam kebenaran. Karena Allah adil, kita tidak boleh memihak berdasarkan kepentingan. Karena Allah tidak dapat dibeli, keputusan kita juga tidak boleh diperjualbelikan.

Bagi W/KI, Firman ini menantang kita bertanya: apakah perkataan kita dapat dipercaya? Apakah kita mampu bersikap adil ketika orang dekat melakukan kesalahan? Apakah kita mampu menolak keuntungan apabila keuntungan itu menuntut kompromi? Apakah ketika mengetahui kelemahan orang lain kita menolongnya atau justru menjadikannya bahan pembicaraan? Apakah dalam pelayanan kita mengejar kebenaran atau lebih banyak menjaga kelompok dan kepentingan sendiri?

Saudari-saudari W/KI GMIM yang dikasihi Tuhan,

Kitab 2 Tawarikh menceritakan perjalanan kerajaan Yehuda dengan perhatian besar kepada hubungan antara kepemimpinan, ibadah dan kesetiaan kepada Tuhan. Raja tidak hanya dinilai berdasarkan kekuatan politik atau keberhasilan militernya, tetapi dari bagaimana ia hidup di hadapan Allah dan membawa umat kepada kehendak-Nya.

Yosafat termasuk raja yang dikenal mencari Tuhan, tetapi ia juga pernah mengambil keputusan yang salah. Sebelum peristiwa dalam pasal 19, ia menjalin hubungan dengan Ahab, raja Israel, dan ikut dalam peperangan di Ramot-Gilead. Keputusan itu hampir membawa Yosafat kepada kematian. Setelah kembali ke Yerusalem, nabi Yehu menegurnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Renungan 2 Tawarikh 19:4–11 Untuk P/KB

Renungan 2 Tawarikh 19:4–11 Untuk P/KB

Firman dalam 2 Tawarikh 19:4–11 membawa kita kepada keadaan ketika Raja Yosafat sedang melakukan pembenahan terhadap kehidupan bangsa Yehuda

Renungan 2 Tawarikh 19:4–11, Bertindaklah Dengan Seksama Karena Berlaku Curang, Memihak Atau Menerima Suap Tidak Ada Pada Tuhan Allah Kita

Renungan 2 Tawarikh 19:4–11, Bertindaklah Dengan Seksama Karena Berlaku Curang, Memihak Atau Menerima Suap Tidak Ada Pada Tuhan Allah Kita

Renungan 2 Tawarikh 19:4–11 berbicara sangat kuat terhadap keadaan seperti ini. Raja Yosafat sedang menata kehidupan Yehuda dan mengangkat h

Dampak Revisi Tata Gereja, BPMS GMIM Keluarkan Pokok Penyesuaian Pemilihan di Aras Jemaat

Dampak Revisi Tata Gereja, BPMS GMIM Keluarkan Pokok Penyesuaian Pemilihan di Aras Jemaat

pokok-pokok Penyesuaian Kriteria Pemilihan Aras di Jemaat dalam Tata Gereja GMIM 2026 dan Penegasan tentang Proses Pemilihan di Aras Jemaat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer