Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Materi Khotbah untuk P/KB Berdasarkan Bacaan Alkitab Roma 12: 9-21

Clavel Lukas • Kamis, 18 Juli 2024 | 16:02 WIB

 

Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, kita akan merenungkan firman Tuhan dari Roma 12:9-21. Dalam bagian ini, Rasul Paulus memberikan panduan tentang bagaimana kita harus hidup sebagai orang percaya.

Salah satu pesan penting yang disampaikan Paulus adalah ajakan untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Ini adalah panggilan yang relevan bagi kita, terutama sebagai Pria Kaum Bapa (P/KB) yang menjadi pemimpin dan teladan dalam keluarga serta masyarakat.

(Ayat 9)
Paulus memulai dengan menekankan bahwa kasih kita haruslah tulus, tanpa kepura-puraan. Ini berarti kita harus memiliki kasih yang murni dan tidak mementingkan diri sendiri. Sebagai bapak, kita dipanggil untuk mencintai keluarga kita dengan tulus, menunjukkan kasih sayang yang nyata dan tidak berpura-pura.

(Ayat 10)
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat." Dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, kita harus saling menghormati dan mendahului dalam memberi penghargaan kepada orang lain. Menghormati istri, anak-anak, dan sesama adalah dasar dari kehidupan yang harmonis.

 (Ayat 11-13)
Kita harus melayani Tuhan dan sesama dengan semangat yang menyala-nyala. Selain itu, kita harus tekun dalam doa, bersabar dalam kesesakan, dan murah hati dalam membantu mereka yang membutuhkan. Sebagai bapak, kita harus menjadi teladan dalam pelayanan dan menunjukkan ketekunan dalam doa serta kemurahan hati kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

 (Ayat 14-21)
Bagian terpenting dari perikop ini adalah panggilan untuk mengusahakan perdamaian dengan semua orang. Paulus berkata, "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang." Ini berarti kita harus berusaha keras untuk menciptakan dan mempertahankan perdamaian, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan kita.

Paulus juga mengajarkan untuk memberkati orang yang menganiaya kita dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebagai bapak, kita harus menunjukkan teladan dalam memaafkan, mengasihi musuh, dan mengatasi kejahatan dengan kebaikan.

Izinkan saya menutup dengan sebuah kisah yang menginspirasi tentang hidup dalam perdamaian dan pengampunan.

Ada seorang pria bernama Louis Zamperini, seorang pelari Olimpiade dan veteran Perang Dunia II. Selama perang, pesawatnya jatuh di Samudra Pasifik, dan ia bertahan hidup di atas rakit selama 47 hari sebelum ditangkap oleh tentara Jepang. Ia kemudian mengalami penyiksaan yang mengerikan di kamp tawanan perang Jepang.

Setelah perang berakhir, Louis kembali ke Amerika Serikat dengan penuh kebencian terhadap para penjaga kamp yang telah menyiksanya, terutama seorang penjaga yang dikenal sebagai "The Bird". Kebencian ini merusak hidupnya, dan ia jatuh ke dalam alkoholisme dan depresi.

Namun, suatu hari, Louis menghadiri sebuah kebaktian. Di sana, ia mendengar tentang kasih dan pengampunan Allah melalui Yesus Kristus. Hatinya tersentuh, dan ia memutuskan untuk menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Melalui kekuatan Tuhan, Louis mampu melepaskan kebenciannya dan memilih untuk mengampuni para penjaganya, termasuk "The Bird".

Pada akhirnya, Louis kembali ke Jepang dan bertemu dengan beberapa mantan penjaganya. Ia memberitahu mereka bahwa ia telah mengampuni mereka dan menceritakan tentang kasih Kristus yang telah mengubah hidupnya. Tindakan pengampunan dan kasihnya membawa damai dalam hidupnya dan memberikan kesaksian yang kuat tentang kuasa pengampunan.

Saudara-saudara, sebagai bapak-bapak yang dipanggil untuk menjadi pemimpin dan teladan, mari kita hidup dalam kasih yang tulus, saling menghormati, melayani dengan semangat, dan mengusahakan perdamaian dengan semua orang. Biarlah kita menjadi pembawa damai dalam keluarga kita, lingkungan, dan masyarakat. Dengan kekuatan Tuhan, kita dapat mengatasi kejahatan dengan kebaikan dan menunjukkan kasih serta pengampunan yang sejati.

Amin.

Editor : Clavel Lukas
#MTPJ #khotbah #P/KB #GMIM #pelita