Syalom,
Yesus berbicara tentang keindahan sebagai karya ciptaan Allah, “perhatikanlah bunga bakung” (Lukas 12:27), tidak bermaksud mengecilkan realitas penderitaan dalam hidup kita.
Justru sebaliknya, kata-kata Yesus mengakui besarnya tragedi yang kita alami dengan memberikan penawar sejati bagi kenyataan yang begitu pedih.
Dia mengundang kita untuk berhenti sejenak dan memperhatikan bunga bakung, burung gagak (ay. 24), atau matahari terbit. Kristus mengajar kita, “Jika rumput di ladang . . . demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu” (ay. 28).
Di hadapan pengalaman dukacita dan kehilangan yang besar, sudut pandang dunia sering kali tak cukup.
Yesus mengundang kita untuk memandang kepada Allah Sang Pencipta, yang setia memelihara ciptaan-Nya yang ajaib dan mengetahui setiap kebutuhan kita secara mendalam.
Amin.