Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Kamis 2 April 2026, Markus 15:10-12 Kedengkian Membenarkan Yang Salah

Aprilia Sahari • Selasa, 24 Maret 2026 | 15:11 WIB

LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

RHK GMIM Kamis 2 April 2026

Markus 15:10-12

(10) Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki.
(11) Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.
(12) Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kedengkian adalah satu sikap atau karakter yang ada dalam setiap pribadi manusia.

Kedengkian imam-imam kepala kepada Yesus Kristus membuat mereka menyerahkan-Nya kepada Pilatus.

Mereka iri Ia disukasi banyak orang karena pengajaran-Nya yang penuh kuasa dan karena keberadaan-Nya mengancam posisi mereka.

Hal ini sudah diketahui oleh Pilatus.

Ayat 10. "Ia memang mengetahui bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki".

Kendati Pilatus tahu bahwa Yesus Kristus tidak bersalah, namun ia bertindak tidak sesuai dengan kebenaran yang diketahuinya.

Imam-imam kepala seharusnya menjadi panutan, tetapi mereka dikuasai kedengkian.

Seringkali sikap Pilatus dan para pemimpin agama ini nampak dalam kehidupan kita sekarang.

Banyak orang tahu tentang kebenaran, tetapi tetap memilih yang salah karena takut kehilangan kekuasaan, takut terhadap opini publik dan takut menghadapi risiko yang akan terjadi.

Sebagaimana sikap para pemimpin umat yang menghasut rakyat untuk menolak Yesus Kristus dan memilih Barabas untuk dibebaskan.

Orang banyak pun mudah dipengaruhi oleh hasutan dan dibutakan serta mudah dipengaruhi untuk mendukung yang salah!

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Marilah kita arahkan hidup untuk terus dituntun oleh kebenaran firman, sehingga kehidupan kita dijauhkan daripada sikap iri hati dan dengki, menyebar fitnah, memutarbalikkan keadilan yang mengorbankan orang lain demi pencitraan.

Jika kita hidup dalam firman-Nya maka tidak mudah dipengaruhi oleh berbagai tawaran, godaan dan hasutan-hasutan yang bisa membawa kita pada jalan yang salah dan bukan pada jalan kebenaran-Nya.

Dalam keluarga, saudara kandung, pasangan hidup, atau kerabat dekat, dapat mengalami konflik internal karena iri hati yang tidak dibereskan.

Di sini suara mayoritas menjadi alat untuk membungkan suara kebenaran.

Ciptakan budaya apresiasi dan syukur dalam rumah tangga.

Lawan iri hati dengan kasih dan lawan hasutan dengan hikmat dan kepekaan rohani.

Jangan mudah terpengaruh pada "suara mayoritas" jika bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.

Iri hati dapat menghancurkan hubungan harmonis keluarga dan diri sendiri.

Keluarga harus belajar mengenali dan menangkal hasutan.

Hiduplah dalam kasih bukan kompetisi yang menghancurkan. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, mampukan kami untuk hidup pada jalan kebenaran sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh sikap hidup yang mendukung kesalahan. Arahkan hidup kami untuk selalu bertindak sesuai dengan kebenaran-Mu. Amin.

Baca Juga: RHK GMIM Senin 30 Maret 2026, Markus 15:3-5 Diam Dalam Kebenaran

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 31 Maret 2026, Markus 15:6-7 Jangan Membenarkan Kebiasaan Salah

Baca Juga: RHK GMIM Rabu 1 April 2026, Markus 15:8-9 Pilih Kebiasaan Yang Benar

Editor : Aprilia Sahari
#RHK #GMIM #Renungan GMIM #RHK GMIM Kamis 2 April 2026