Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus DBD di Kota Tomohon Turun Drastis, Dinkes Imbau Warga Terus Implementasikan Germas dan 3M

J
Penulis: Julius Laatung❯
Kadis Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr John Lumopa, saat menjamu kedatangan mantan Menkes dr Terawan, beberapa waktu lalu. Dok istimewa
Kadis Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr John Lumopa, saat menjamu kedatangan mantan Menkes dr Terawan, beberapa waktu lalu. Dok istimewa

MANADOPOST.ID.Upaya Pemerintah Kota Tomohon dalam menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan hasil menggembirakan.


Advertisement

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kota Tomohon, dr John Lumopa, angka kasus DBD mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025.

“Sepanjang tahun lalu ada 496 kasus DBD, tapi hingga akhir September 2025 ini hanya tercatat 98 kasus. Penurunan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya pencegahan dan kebersihan lingkungan,” ungkap dr John Lumopa, saat diwawancarai Manado Post, Jumat (10/10/2025).

Ia menjelaskan, penurunan kasus tersebut merupakan hasil dari edukasi intensif yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat, terutama mengenai langkah-langkah pencegahan DBD.

Advertisement

Program literasi kesehatan yang dilakukan oleh jajaran Dinkesda melibatkan tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga lembaga pendidikan di seluruh kecamatan di Tomohon.

Menurut dr John, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan Wali Kota Caroll Senduk, SH, dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, SE, M.IKom, yang menekankan pentingnya penanganan isu-isu kesehatan secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Gerakan 3M Plus — menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air — terus kami sosialisasikan bersama langkah tambahan seperti fogging fokus, pemantauan jentik berkala, dan penguatan deteksi dini di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Advertisement

Selain itu, Dinkesda juga mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam pelaporan dan pemantauan kasus DBD di tingkat kelurahan. Sistem ini memudahkan koordinasi cepat antara puskesmas, rumah sakit, dan pemerintah kota dalam melakukan intervensi.

“Strategi pengendalian DBD di Tomohon meliputi empat aspek utama, yaitu pengendalian vektor, deteksi dini, pengobatan tepat waktu, dan pemanfaatan teknologi. Kami ingin memastikan semua langkah berjalan sinergis,” tambah dr John.

Ia berharap masyarakat terus menjaga kesadaran kolektif terhadap bahaya DBD, terutama di musim pancaroba. “Kunci utama adalah kebersamaan dan disiplin menjaga lingkungan bersih. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemerintah tidak akan optimal,” tutupnya.(yol)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Manado PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Resmi Jadi Ketua DPRD Kota Tomohon, Jonru Komit Perjuangkan Aspirasi Wong Cilik

Resmi Jadi Ketua DPRD Kota Tomohon, Jonru Komit Perjuangkan Aspirasi Wong Cilik

Jonru sapaan akrab politisi dekat dengan rakyat ini, menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, khususnya

Perkuat Promosi TIFF dan Pariwisata, Pemkot Tomohon Gandeng Panorama JTB Tours 

Perkuat Promosi TIFF dan Pariwisata, Pemkot Tomohon Gandeng Panorama JTB Tours 

Meminta dukungan Panorama JTB Tours, tidak hanya dalam penyelenggaraan TIFF 2026, tetapi juga

 Dubes Seychelles Untuk Indonesia Nico Barito, Nyatakan Komitmennya Topang Pengembangan Potensi Folrikultura di Kota Tomohon

Dubes Seychelles Untuk Indonesia Nico Barito, Nyatakan Komitmennya Topang Pengembangan Potensi Folrikultura di Kota Tomohon

Wali Kota Caroll Senduk menyambut baik dukungan tersebut dan menilai bahwa kolaborasi ini akan memperkuat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer